Frederick Forsyth, Penulis Buku Fenomenal 'The Day of The Jackal' Meninggal Dunia
📅 Selasa, 10 Jun 2025, 09:50 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Yahoo
LONDON - Penulis cerita menegangkan asal Inggris Frederick Forsyth, yang menjadi penulis buku terlaris dunia saat bukunya "The Day of the Jackal" diterbitkan pada tahun 1971, meninggal dunia pada hari Senin (9/6) dalam usia 86 tahun, kata agen sastranya Curtis Brown.
Forsyth menulis karyanya yang paling terkenal tentang upaya pembunuhan fiktif terhadap Presiden Prancis Charles de Gaulle oleh ekstremis sayap kanan hanya dalam 35 hari setelah mengalami masa-masa sulit.
"The Jackal" kemudian dibuat menjadi film laris yang dibintangi Edward Fox sebagai pembunuh bayaran. Sebuah versi remake Netflix dirilis tahun lalu, dengan Eddie Redmayne sebagai pemeran utama.
"Kami berduka atas meninggalnya salah satu penulis cerita menegangkan terhebat di dunia," kata agennya Jonathan Lloyd.
Forsyth meninggal di rumah dikelilingi keluarganya setelah sakit sebentar, menurut Curtis Brown.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mantan jurnalis dan pilot ini menulis lebih dari 25 buku termasuk "The Odessa File" (1972) dan "The Dogs of War" (1974) dan terjual lebih dari 75 juta kopi di seluruh dunia.
Banyak novelnya yang juga diadaptasi menjadi film.
"Hanya beberapa minggu yang lalu saya duduk bersamanya saat kami menonton film dokumenter baru yang mengharukan tentang hidupnya ... dan teringat akan kehidupan yang luar biasa, yang dijalani dengan baik," kata Lloyd.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setelah bertugas sebagai salah satu pilot RAF termuda yang pernah ada, ia beralih ke jurnalisme, menggunakan bakatnya dalam bahasa Jerman, Prancis, dan Rusia untuk menjadi koresponden asing di Biafra (di Nigeria)," katanya.
Keberuntungan
"Terkejut dengan apa yang dilihatnya dan menggunakan pengalamannya selama bertugas sebagai agen dinas rahasia, dia menulis novel pertamanya dan mungkin yang paling terkenal, 'The Day Of The Jackal'," tambahnya.
Sekuel "The Odessa File", berjudul "Revenge Of Odessa", yang dikerjakannya bersama penulis cerita menegangkan Tony Kent, akan diterbitkan pada bulan Agustus, kata penerbitnya Bill Scott-Kerr.
"Latar belakang jurnalistiknya menghasilkan ketelitian dan efisiensi metronomik dalam praktik kerjanya, dan ketajaman indra serta pemahamannya terhadap cerita hebat membuat novel-novelnya tetap kontemporer dan segar," tambah Scott-Kerr.
Forsyth mengaitkan sebagian besar keberhasilannya dengan "keberuntungan", mengingat bagaimana sebuah peluru nyaris mengenai dirinya saat ia meliput perang saudara Biafra yang berdarah antara tahun 1967 dan 1970.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!