Epic Comeback, Persik Kediri Hancurkan PSBS Biak di Menit Akhir, Strategi 'Gila' Marcos Reina Terbukti Ampuh
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 06:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Persik Kediri
KEDIRI - Persik Kediri menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan laga Super League di Stadion Brawijaya, Kamis (5/3) malam.
Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ruyery Blanco, tim berjuluk Macan Putih ini berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 di penghujung laga. Menariknya, dua gol kemenangan Persik justru lahir dari kaki para pemain bertahan, Al Hamra Hehanussa dan Muhammad Firly, yang sekaligus menjadi kado manis bagi ulang tahun Arthur Irawan serta ribuan suporter yang memadati stadion.
Persik tertinggal lebih dahulu setelah Ruyery Blanco menjebol gawang mereka pada menit ke-48.
Pada babak kedua, tempo permainan meningkat, sampai kemudian Persik menyamakan kedudukan setelah bek tengah Al Hamra Hehanussa membobol gawang PSBS pada menit ke-79.
Macan Putih berbalik unggul pada menit ke-88 setelah Muhammad Firly menjebol gawang PSBS, untuk kedua kalinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatih Persik Marcos Reina Torres senang timnya bangkit untuk berbalik menang setelah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Kami benar-benar membutuhkan kemenangan ini sebagai sebuah tim. Para pemain sudah bekerja sangat keras. Kami sempat melakukan kesalahan di lini belakang sehingga harus tertinggal lebih dulu, tetapi mereka mampu memperbaikinya dan bangkit,” kata Marcos.
Ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang terus menekan hingga membalikkan keadaan di penghujung laga.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya sangat berterima kasih kepada para pemain. Mereka pantas mendapatkan kemenangan ini. Kami juga senang bisa memberikan tiga poin untuk Arthur karena hari ini merupakan ulang tahunnya, dan tentu saja untuk para suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujarnya.
Marcos mengatakan pada babak kedua dia mengubah strategi dengan menambah kekuatan di lini depan dengan memasukkan Rodrigo Dias. Namun, dua gol kemenangan justru lahir dari pemain bertahan.
“Kadang sepak bola memang tidak logis. Kami mencoba menambah striker agar lebih berbahaya di depan. Tetapi gol justru datang dari bola rebound yang diselesaikan pemain belakang,” ujar dia.
Ia mengakui keputusan memainkan dua striker berisiko karena Persik harus bermain dengan tiga bek di belakang. Namun, strategi tersebut membuahkan hasil.
“Kami harus mencoba menyerang dengan semua yang kami punya, dan akhirnya itu berhasil,” kata dia.
Persik kini di peringkat ke-12 klasemen dengan 29 poin, sedangkan PSBS Biak di peringkat ke-16 dengan 18 poin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!