Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi RI Sulit Tumbuh 5 Persen

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi RI Sulit Tumbuh 5 Persen Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Perekonomian nasional Indonesia pada 2024 diperkirakan tidak akan tumbuh di atas 5 persen karena kombinasi antara faktor internal dan eksternal yang belum menunjukkan pemulihan seperti yang diharapkan.

Peneliti senior Indef, Tauhid Ahmad, yang dihubungi di Jakarta, Selasa (6/2), mengatakan faktor internal yang menghambat terutama inflasi pangan seperti kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok seperti beras dan jagung. Begitu pula dari faktor ekternal di mana aktivitas ekspor impor belum menggembirakan.

"Apalagi pertumbuhan ekonomi dunia masih flat di kisaran 2,5-2,6 persen tidak sampai 3 persen. Belanja pemerintah juga tidak optimal. Saya perkirakan maksimal 4,9 persen," kata Tauhid.

Pemilu yang diharapkan mendorong pertumbuhan, menurut Tauhid, juga tidak terlalu mendorong pertumbuhan. Apalagi ada potensi pemilu dua putaran yang membuat investasi akan kembali terlambat karena investor akan wait and see.

Pada tahu ini juga merupakan tahun transisi kekuasaan yang membuat lelang juga akan terhambat karena periode pemerintahan saat ini hanya akan sampai Oktober 2024. Padahal biasanya lelang juga sering terlambat di akhir tahun. Karena transisi, belanja pemerintah pada tahun ini bisa diperkirakan akan banyak tertahan.

Faktor lainnya adalah keadaan ekonomi Tiongkok yang menghadapi persoalan domestik besar dengan perlambatan yang terjadi di sana dan masih ditambah dengan ambruknya sektor properti mereka. "Tantangannya terlalu besar di tahun ini, sulit mencapai 5 persen," kata Tauhid.

Sementara itu, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan ekonomi tumbuh 5 persen, seperti dicanangkan pemerintah realistis saja jika ditopang oleh peningkatan konsumsi masyarakat. Tak hanya itu, juga harus didukung oleh pengeluaran pemerintah pada masa Pemilu dan akhir masa jabatan Presiden Jokowi.

Kendati demikian, pekerjaan rumah pemerintah saat ini ialah bagaimana menjaga konsumsi masyarakat stabil dan bahkan lebih dari itu bagaimana mendorong pertumbuhan konsumsi domestik.

"Caranya, perbaikan pendapatan melalui kenaikan upah dan fasilitasi usaha serta pengurangan biaya hidup masyarakat melalui upaya stabilisasi harga pangan. Kuncinya mengendalikan inflasi," pungkas Awan

Jaga Permintaan Domestik

Kepala Riset DBS Group, Maynard Arif, memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen pada 2024 dengan menjaga permintaan domestik tetap tumbuh, mulai dari sisi konsumsi hingga investasi.

"Untuk pertumbuhan ditopang lebih dari faktor domestik, seperti konsumsi, bansos, pemilu, dan inflasi yang lebih rendah, karena ekspor dan harga komoditas masih rendah," kata Maynard.

Ia mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut didasarkan dengan mempertimbangkan prospek perekonomian global 2024 yang masih dihantui dengan perlambatan atau mengalami soft landing, dan penurunan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR) yang diperkirakan mulai di semester II-2024.

Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok juga bisa mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.