Ekonomi Digital Pimpin Efisiensi Investasi! Sektor Lain Tak Berdaya
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Putu Indah Savitri
JAKARTA - Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) mengungkap fakta mencengangkan terkait efisiensi investasi di sektor ekonomi digital.
Dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 4,3, sektor ini menunjukkan tingkat efisiensi yang jauh lebih unggul dibandingkan rata-rata 17 sektor ekonomi nasional lain yang tercatat di angka 10,6.
Angka ini menegaskan bahwa investasi di ekonomi digital menghasilkan output yang jauh lebih besar per unit modal yang ditanamkan dibandingkan sektor tradisional.
Hal ini membuka pertanyaan krusial: mengapa porsi investasi nasional belum lebih banyak dialokasikan ke sektor yang terbukti lebih produktif dan efisien ini?
Data Prasasti ini menggugah para pemangku kebijakan dan investor untuk segera mengalihkan fokus ke ekonomi digital sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terus mempertahankan investasi tinggi di sektor dengan efisiensi rendah justru berpotensi menghambat laju pembangunan nasional secara keseluruhan.
Sektor ekonomi digital bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia dapat bersaing di era global yang semakin kompetitif dan berteknologi tinggi.
Sudah saatnya kebijakan investasi dan strategi pembangunan diarahkan pada sektor yang paling cepat memberikan nilai tambah nyata dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Indikator ICOR di sektor ekonomi digital ini dua kali lebih efisien dibandingkan 17 sektor lain," kata Research Director Prasasti Gundy Cahyadi dalam konferensi pers Peluncuran Laporan Riset Ekonomi Digital di Jakarta, Selasa (12/8).
Hal tersebut terangkum dalam laporan riset berjudul "Mengoptimalkan Peran Ekonomi Digital dalam Mewujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan 8 persen di Indonesia".
Temuan utama riset itu menegaskan peran penting ekonomi digital bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.
"Artinya, setiap rupiah investasi di ekonomi digital mampu menghasilkan dua kali lipat output dibanding sektor konvensional. Semakin rendah angka ICOR menunjukkan semakin efisien suatu sektor dalam mengelola investasi yang masuk menjadi output riil di perekonomian," ujarnya .
Investasi di infrastruktur digital, pengembangan talenta data, dan cloud service bukan sekadar transformasi sektor, tetapi merupakan strategi industrialisasi nasional yang sangat menentukan daya saing dan masa depan perekonomian Indonesia dua dekade ke depan.
Laporan Prasasti memetakan 17 sektor terdigitalisasi menggunakan metodologi OECD-ADB dan menyoroti ekosistem digital terbesar di Indonesia, GoTo sebagai studi kasus untuk mengukur dampak nyata digitalisasi terhadap perekonomian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!