Ekonom WTO Prakirakan Perdagangan Dunia 2023 Suram
📅 Jumat, 07 Okt 2022, 00:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JENEWA - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan pertumbuhan perdagangan dunia akan melambat tajam menjadi satu persen pada 2023, turun dari perkiraan tertinggi 3,5 persen tahun ini.
Dikutip dari Voice of America, ekonom WTO mengatakan, perdagangan memainkan peran penting dalam menjaga ekonomi dunia tetap berjalan selama pandemi Covid-19. Sementara perdagangan barang anjlok di tengah penutupan wilayah tahun 2020. Hal itu kemudian pulih sehingga dunia kembali memiliki pasokan makanan, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya.
Namun mereka mengatakan krisis dengan penyebab ganda, termasuk pandemi, guncangan iklim dan perang di Ukraina terus menyebabkan gangguan rantai pasokan. Kebijakan anggaran dan moneter serta tekanan inflasi, menurut mereka menyebabkan harga energi dan komoditas meningkat. Negara-negara berkembang berpenghasilan rendah terutama menghadapi risiko serius dari ketidakamanan dan tekanan utang.
Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, mengatakan, sebagian besar wilayah kemungkinan akan mencatat pertumbuhan ekspor yang agak positif tahun 2023, dengan pengecualian Afrika dan Timur Tengah.
Kedua wilayah itu katanya, akan mengalami pertumbuhan ekspor yang negatif. Ia menambahkan PDB dunia tahun depan diperkirakan akan melambat 2,3 persen, turun hampir satu persen penuh dari perkiraan WTO sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembuat kebijakan menghadapi pilihan yang tidak menyenangkan ketika mereka berusaha mencari keseimbangan optimal antara melawan inflasi, mempertahankan lapangan kerja, dan memajukan tujuan kebijakan penting seperti transisi ke energi yang lebih bersih. Pembatasan perdagangan mungkin merupakan tanggapan yang menggoda tekanan ekonomi, namun ini hanya akan memperdalam tekanan inflasi dan mengurangi standar hidup," jelasnya.
Okonjo-Iweala mengatakan, perdagangan bebas menghasilkan pertumbuhan dan membantu menjaga harga agar tidak naik. Misalnya, menjaga pasar tetap terbuka untuk perdagangan makanan, katanya, akan meningkatkan ketersediaan bahan pokok pangan dan menjaga tekanan penurunan harga.
"Pemantauan kami pada perdagangan makanan menunjukkan sebagian kemunduran baru-baru ini pada pembatasan, jadi kami harus tetap waspada. Tanggapan ke depan yang lebih baik terhadap kerentanan rantai pasokan yang terdampak dalam dua tahun terakhir adalah dengan membangun dasar yang lebih beragam dan tidak terlalu terpusat pada produksi barang dan jasa," imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, keanekaragaman akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung ketahanan pasokan dan stabilitas harga untuk jangka panjang. Keanekaragaman juga dapat membantu memenuhi tantangan ekonomi kini dan masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!