Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonom Sebut Pembangunan IKN Tahap II Perlu Pendekatan yang Lebih Efisien

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom Sebut Pembangunan IKN Tahap II Perlu Pendekatan yang Lebih Efisien Doc: Antara

JAKARTA -Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap II sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang lebih efisien. Pemerintah dapat memaksimalkan keterlibatan swasta melalui skema public-private partnership (PPP) atau yang dikenal dengan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta memastikan proyek ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

1738594670_eeb1b19e84eb9fdb93ef.jpg

“Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi lebih penting lagi memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN digunakan secara bijak untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar ambisi politik segelintir elite,” kata Ekonom dan pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta Achmad Nur Hidayat saat dihubungi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, pemerintahan Prabowo juga harus menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan meninjau ulang anggaran IKN dan memastikan bahwa kebijakan fiskal yang diambil benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1), menyetujui anggaran kelanjutan pembangunan IKN periode 2025-2029 sebesar Rp48,8 triliun. Alokasi pembangunan tahap tersebut lebih rendah apabila dibandingkan tahap pertama pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Menurut catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total alokasi yang dianggarkan untuk IKN pada 2022 sampai dengan 2024 sebesar 75,8 triliun rupiah. Secara rinci, realisasi 2022 sebesar 5,5 triliun rupiah, realisasi 2023 sebesar 27,0 triliun rupiah, dan realisasi sementara pada 2024 mencapai 43,3 triliun rupiah.

Achmad menilai, pembangunan IKN tahap pertama dengan anggaran 75,8 triliun rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi nasional. Oleh sebab itu, alokasi anggaran IKN tahap kedua harus dievaluasi secara lebih kritis.

Menurut dia, pilihan terbaik adalah merealokasi anggaran tahap kedua ke sektor-sektor yang lebih membutuhkan, seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

“Jika melihat kebutuhan anggaran nasional secara keseluruhan, ada banyak sektor yang lebih membutuhkan pendanaan, seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial,” kata Achmad.

Pada sektor pendidikan, ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi masalah akses dan kualitas pendidikan yang buruk.

Anggaran pendidikan pada 2024 diproyeksikan sekitar 660 triliun rupiah, tetapi sebagian besar terserap untuk gaji guru dan tunjangan pegawai. Sementara alokasi untuk perbaikan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran masih terbatas.  Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.