Dua WNI Terapis Pijat di Rumania Terjangkit Penyakit Kusta, Spa Ditutup Sementara
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA
CLUJ-NAPOCA - Pemerintah Rumania mencatat dua kasus baru penyakit kusta setelah lebih dari empat dekade tanpa laporan serupa, kedua kasus tersebut ternyata merupakan pekerja migran Indonesia (PMI).
Kedua WNI berusia 21 dan 25 tahun itu baru bekerja di negara tersebut masing-masing selama tiga dan dua belas bulan. Mereka pertama kali mengeluhkan gatal-gatal pada kulit sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan medis yang mengonfirmasi penyakit kusta.
Saat ini keduanya sedang dirawat di fasilitas kesehatan setempat.
Selain dua pasien tersebut, tiga WNI lainnya ikut menjalani isolasi dan pengawasan medis karena memiliki kontak dekat dengan mereka.
Pemeriksaan awal menunjukkan ketiganya belum terinfeksi, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penularan lanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelima WNI itu bekerja sebagai terapis pijat di sebuah tempat spa di kota Cluj-Napoca yang berjarak sekitar 460 kilometer dari ibu kota Bucharest.
Pemerintah Rumania Minta Masyarakat Tenang
Menteri Kesehatan Rumania Alexandru Rogobete dikutip Reuters meminta masyarakat tetap tenang terutama pelanggan spa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kusta tidak mudah menular dan umumnya membutuhkan kontak erat dalam jangka waktu lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya salah satu pasien diketahui baru kembali dari Asia setelah sebulan berada bersama ibunya yang juga dirawat karena penyakit yang sama.
Otoritas kesehatan telah menutup sementara spa tempat para WNI itu bekerja sambil menunggu hasil penyelidikan lengkap.
Pihak KBRI di Bucharest turut memastikan bahwa kondisi para pekerja migran Indonesia terus dipantau.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, menyatakan bahwa KBRI menerima laporan penyakit tersebut pada 11 Desember.
"Pemeriksaan dilakukan setelah keduanya menunjukkan gejala gatal-gatal pada kulit. Saat ini, kedua WNI dalam perawatan rumah sakit setempat," kata Meidyatama dalam keterangan tertulisnya pada 16 Desember dikutip Antara.
"KBRI Bucharest terus melakukan pemantauan, serta komunikasi dengan pasien maupun koordinasi dengan otoritas kesehatan setempat," sambungnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!