Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Minta Kepastian Keselamatan Imbas Gangguan Penerbangan akibat Perang di Timur Tengah

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 07:32 WIB | Oleh:
DPR Minta Kepastian Keselamatan Imbas Gangguan Penerbangan akibat Perang di Timur Tengah Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta kepada pemerintah untuk menjaga keselamatan, kepastian layanan, hingga perlindungan penumpang, di tengah gangguan penerbangan akibat adanya serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Dia menilai adanya penutupan sejumlah ruang udara internasional telah menyebabkan pembatalan dan pengalihan rute penerbangan di berbagai kawasan. Kondisi itu memicu penumpukan penumpang di sejumlah bandara dan ketidakpastian perjalanan global, termasuk potensi dampaknya terhadap konektivitas Indonesia.

"Saya memandang bahwa dalam situasi seperti ini pendekatan yang harus kita kedepankan adalah keselamatan, koordinasi yang solid, perlindungan penumpang, serta komunikasi publik yang transparan dan menenangkan," kata Evita di Jakarta, Selasa (3/3).

Dia mengatakan keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Setiap keputusan pengalihan rute, penundaan, maupun pembatalan penerbangan, menurut dia, harus sepenuhnya berbasis pada penilaian risiko dan standar keselamatan internasional.

"Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek safety. Di sisi lain, perlindungan terhadap penumpang harus dilaksanakan secara maksimal," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan maskapai dan pengelola bandara perlu memastikan layanan yang manusiawi, termasuk kemudahan rebooking tanpa beban tambahan dalam kondisi darurat, mekanisme refund yang jelas, serta penyediaan konsumsi dan akomodasi apabila terjadi keterlambatan berkepanjangan.

"Penumpang berhak mendapatkan kepastian, bukan kebingungan," katanya.

Dia juga mendorong pemerintah untuk mengaktifkan mekanisme koordinasi terpadu lintas kementerian dan lembaga, antara regulator penerbangan, operator bandara, maskapai, serta instansi terkait, agar respons berjalan cepat dan terintegrasi. Posko informasi terpadu dengan pembaruan berkala sangat penting untuk menghindari kepanikan akibat simpang siur informasi.

Menurut dia, perlu disiapkan skema manajemen penumpukan penumpang di bandara, termasuk pengaturan antrean, fasilitas ruang tunggu tambahan, dukungan medis dasar, serta prioritas layanan bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

"Kita memahami bahwa kondisi ini merupakan dampak dinamika global yang berada di luar kendali maskapai maupun operator bandara. Namun justru dalam situasi seperti inilah kualitas tata kelola dan kepemimpinan krisis diuji," katanya.

Dia pun memastikan Komisi VII DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif dan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas industri penerbangan, sektor pariwisata, serta UMKM yang bergantung pada mobilitas udara.

"Mari kita hadapi situasi ini dengan kepala dingin, koordinasi yang kuat, serta komitmen bersama untuk menempatkan keselamatan dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.