Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dongkrak Penjualan dengan Strategi Affiliate Marketing

📅 Senin, 20 Mei 2024, 19:20 WIB | Oleh:
Dongkrak Penjualan dengan Strategi Affiliate Marketing Doc: istimewa
Ket. ninja xpress

JAKARTA - Salah satu yang sedang tren dalam dunia belanja daring adalah pemasaran afiliasi atau dikenal denganaffiliate marketing.Nama ini untung menggambarkan model pemasaran dengan memanfaatkan pihak ketiga (afiliator) untuk mempromosikan barang atau berdagang.

Guna membahasaffiliate marketing, perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Nina Xpress kembali meluncurkan hasil riset Suara UKM Negeri Vol 5. Riset ini khusus membahas tentang fenomena affiliate marketing pada social commerce.

Bekerja sama dengan Populix, studi ini melibatkan lebih dari 300 responden. Informasi dari mereka diharapkan dapat berguna dalam mempelajari fenomenaaffiliate marketingguna mendukung para pelaku UKM dalam meningkatkan penjualan melalui strategiaffiliate marketingdisocial commercedanplatform e-commerce.

Menurut data Suara UKM Negeri Vol 4 terkaitSocial Commercedijelaskan sekitar 50 persen dari para penjual mengalami kesulitan dalam menciptakan konten yang efektif. Sementara itu 48 persen lainnya merasa sulit untuk mengikuti perubahan algoritma platform yang terus berubah. Oleh karenanya sehingga dibutuhkan strategi pemasaran yang relevan dengan perkembangan tren penjualan, salah satunya strategiaffiliate marketing.

Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, menjelaskan bahwaaffiliate marketingtelah menjadi salah satu strategi kolaborasi pemasaran yang kuat dalam ekosistemsocial commerce. Melihat hal tersebut, sebagai sahabat UKM kami berkomitmen untuk secara proaktif mendukung UKM dalam memanfaatkan potensi penuh dariaffiliate marketinguntuk meningkatkan penjualan mereka.

"Salah satu yang bisa kami lakukan adalah dengan memberi akses informasi mengenai fenomena yang terjadi saat ini melalui survei Suara UKM Negeri Vol.5,"kata Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, yang disampaikan melalui siaran pers pada Senin (20/5).

Dalam riset tersebut ditemukan empat strategi yang dapat dimanfaatkan oleh para UKM guna optimalisasi pemanfaatanaffiliate marketing.Strategi yang dilakukan dengan mempertimbangkan empat aspek kunci, yaitu orang (people), platform, harga (price), dan kinerja (performance).

Pada aspek orang, mayoritas pembelanja elektronik (e-shopper) lebih memilihaffiliate marketingdaripada pengguna media sosial biasa dan teman sendiri, daripada artis atau Influencer dengan jumlah pengikut tinggi. Data menunjukkan bahwa mayoritas pembelaja cenderung melakukan pembelian melalui affiliate marketing yang berasal dari pengguna media sosial biasa (80 persen), artis atau influencer (69 persen), atau teman mereka sendiri (42 persen).

Lebih lanjut, sebagian besar e-shopper (sekitar 30 persen) memilih untuk berbelanja dariaffiliate marketingyang memiliki jumlah pengikut di media sosial kurang dari 500. Sedangkan 21 persen memilihaffiliate marketingdengan pengikut dalam kisaran 500 hingga 800.

Hanya sekitar 3 persen pembelajaran yang cenderung membeli dariaffiliate marketingdengan jumlah pengikut antara 8000 hingga 1 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor kepercayaan dan kedekatan personal lebih berpengaruh daripada jumlah pengikut dalam mempengaruhi perilaku pembelian e-shopper melalui affiliate marketing.

Pada aspek Platform ditemukan social commercemenjadi platform pemasaran utama bagi para afiliator.Social Commerceseperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp merupakan platform utama yang sering digunakan oleh para afiliasi untuk pemasaran dengan kemampuan mereka dalam menarik jumlah pembeli yang besar.

"Para afiliator menggunakan media sosial ini untuk memperluas jangkauan pemasaran dengan cara membagikan tautan produk bersama dengan konten visual seperti foto atau video, yang dapat menarik perhatian calon pembeli," kata dia Head of PR Ninja Xpress, Ribka Pratiwi, dalam pemasaran riset tersebut di Jakarta Senin (20/5).

Adapun platform paling dominan untuk affiliate marketing di Indonesia adalah Shopee, dengan penggunaan mencapai 71 persen, diikuti oleh TikTok Shop yang mencapai 68 persen. Tokopedia digunakan oleh 21 persenaffiliate marketing, sementara Lazada dan Blibli memiliki tingkat penggunaan masing-masing sebesar 16 persen dan 6 persen.

Dari aspekharga produk fesyen menjadi kategori paling banyak dibeli melalui affiliate marketing. Produk fesyen merupakan kategori paling diminati dan banyak dibeli melalui affiliate marketing, dengan persentase mencapai 74 persen, diikuti oleh produk kecantikan (56 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.