Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKPP RI Tegaskan Politik Uang Rusak Pesta Demokrasi

📅 Senin, 07 Okt 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKPP RI Tegaskan Politik Uang Rusak Pesta Demokrasi Doc: ANTARA/Makna Zaezar
Ket. KOTAK SUARA PILKADA -- Sejumlah pekerja mengangkat logistik kotak suara di dalam gudang logistik KPU Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/10). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang telah menerima sebanyak 2.502 kotak suara dari total kebutuhan 4.748 kotak suara yang nantinya akan didistribusikan ke 2.358 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 16 kecamatan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di wilayah itu.

BATAM - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Ratna Dewi Pettalolo mengajak kaum perempuan untuk menangkis dan mencegah terjadinya politik uang pada Pilkada serentak 2024.

Hal tersebut disampaikan Ratna saat menghadiri kegiatan sosialisasi "Peran Perempuan Dalam Mengawasi Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024" yang dilaksanakan Bawaslu Kota Batam di Batam, kemarin.

Ratna menegaskan bahwa politik uang menjadi salah satu persoalan yang bisa merusak jalannya pesta demokrasi. Dengan begitu, ia menilai dengan mengajak turut serta perempuan dalam mengawasi tahapan pilkada, diharapkan memiliki pengaruh dalam mengendalikan keluarga dan orang sekitar dari politik uang.

"Jangan biarkan uang mempengaruhi integritas sebagai pemilih. Saya yakin perempuan memiliki pengaruh yang luar biasa dalam menyelamatkan dan mengawasi jalannya pilkada," kata dia.

Selain soal politik uang, politisasi suku, agama, ras, antargolongan (SARA) juga sering terjadi pada tahapan pilkada.

Ia mengatakan persoalan SARA menjadi salah satu hal yang sering diperbincangkan di ruang publik, sehingga peran perempuan dalam mengedukasi anggota keluarga, dan orang di sekitarnya sangat diperlukan untuk menghindari isu tersebut dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

"Perempuan punya power, perempuan punya basis untuk edukasi politik. Perempuan dengan pengaruhnya akan membuat jalannya pilkada lebih baik, dan siap menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawal pilkada," ujar Ratna.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut, Ratna berharap para kaum perempuan bisa menjadi motor kebaikan dalam mengawasi pilkada. "Jangan sampai uang yang tidak seberapa mencederai jalannya pesta demokrasi," kata dia.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Totok Hariyono mengatakan bahwa pengawas pemilihan umum (Panwaslu) Pilkada 2024 boleh sombong saat menegakkan aturan.

Tegakkan Aturan

Oleh sebab itu, dia meminta Panwaslu Pilkada 2024 di setiap desa, kelurahan, distrik, kecamatan, hingga pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) untuk gagah dan berani dalam menegakkan aturan.

"Sebab yang kita kerjakan berdasarkan perintah Undang-Undang. Apalagi, ini kesempatan kita memberitahukan calon kepala daerah tentang aturan dan moral," kata Totok dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (6/10).

Menurut dia, jika selama menjadi pengawas bersikap berani dan tegas, maka kinerja tersebut akan menjadi cerita yang membanggakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.