Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diwajibkan Bayar Berita Online, Meta dan Google Menolak Keras UU Baru Kanada

📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 14:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diwajibkan Bayar Berita Online, Meta dan Google Menolak Keras UU Baru Kanada Doc: BBC/GI
Ket. Seorang warga menggunakan ponsel sambil berjalan melewati tulisan Google.

OTTAWA - Ottawa pada Jumat (1/9) menjelaskan bagaimana undang-undang baru yang mewajibkan raksasa digital Meta dan Google untuk membayar penerbit untuk konten berita akan diterapkan, termasuk berapa besar biaya yang harus dikeluarkan kedua perusahaan.

RUU ini bertujuan untuk mendukung sektor berita Kanada yang mengalami kesulitan karena banyaknya dana periklanan dan ratusan perusahaan penerbitan yang ditutup dalam satu dekade terakhir.

Secara efektif, UU ini hanya menargetkan Google dan Meta -- yang menguasai sekitar 80 persen dari seluruh pendapatan iklan online di Kanada.

Pemerintah memperkirakan hal ini dapat merugikan kedua perusahaan sebesar 230 juta dolar Kanada atau 170 juta dolar AS dengan mengharuskan mereka membuat kesepakatan komersial yang adil dengan media outlet Kanada atas berita dan informasi yang dibagikan di platform mereka, atau menghadapi arbitrase yang mengikat.

Menurut rancangan peraturan yang diterbitkan pada Jumat, langkah-langkah tersebut akan berlaku bagi perusahaan-perusahaan dengan pendapatan tahunan global lebih dari 1 miliar dolar Kanada, mengoperasikan mesin pencari atau platform media sosial yang secara aktif digunakan oleh setidaknya 20 juta warga Kanada dan mendistribusikan berita.

Meta bereaksi, mengatakan RUU itu "cacat secara fundamental" dan berjanji akan terus memblokir akses ke artikel berita di platform Facebook dan Instagram di Kanada. Pemblokiran dilakukan mulai 1 Agustus.

Google, yang juga menolak Undang-Undang Berita Online, mengatakan pihaknya akan "mempelajari dengan cermat peraturan yang diusulkan untuk menilai apakah peraturan tersebut dapat mengatasi tantangan struktural utama."

Menteri Warisan Budaya Kanada Pascale St-Onge mencatat, masyarakat Kanada kini mengandalkan platform digital untuk mendapatkan berita dan informasi.

"Platform teknologi ini harus bertindak secara bertanggung jawab dan mendukung penyampaian berita yang bermanfaat bagi mereka dan masyarakat Kanada," katanya.

"Raksasa teknologi dapat dan harus memberikan kontribusi yang adil - tidak lebih."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.