Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes: Pelaksanaan Program CKG di Batam Didominasi Anak SD

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 10:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes: Pelaksanaan Program CKG di Batam Didominasi Anak SD Doc: ANTARA
Ket. Tim medis puskesmas Kota Batam sedang memeriksa kesehatan anak terkait gaya hidup di Kota Batam, Kepri, Sabtu (26/7/2025).

BATAM – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hingga pertengahan Agustus 2025 didominasi oleh pemeriksaan kesehatan anak usia Sekolah Dasar (SD).

Dari total 24.580 warga yang telah memanfaatkan layanan CKG ini, mayoritas berasal dari kelompok usia 7 hingga 12 tahun dengan jumlah 14.619 anak.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan dominasi pelajar SD dalam kegiatan ini karena integrasi dengan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di puskesmas.

“Data hingga 16 Agustus menunjukkan pemeriksaan kesehatan gratis sekarang mayoritas anak SD. Hal ini karena kegiatan CKG dilakukan bersamaan dengan Program BIAS di sekolah,” ujar Didi saat dihubungi di Batam, Rabu (20/8).

Selain itu, kata dia, anak usia SMP juga sudah cukup banyak mengikuti pemeriksaan. Tercatat 3.610 anak usia 13-15 tahun dan 2.112 remaja usia 16-17 tahun sudah menjalani CKG.

Sementara untuk kelompok usia dewasa, dengan usia 30-39 tahun sebanyak 737 orang telah menjalani CKG dan usia 40-49 tahun sebanyak 1.343 orang. Sedangkan kategori balita (1-6 tahun) ada 766 anak, serta 222 bayi berusia beberapa hari.

Menurut Didi, sasaran layanan CKG di Batam mencapai 1.276.930 jiwa, sehingga angka 24.580 peserta masih perlu ditingkatkan. Namun ia menilai capaian untuk anak sekolah merupakan kemajuan yang baik.

“Berdasarkan data 25 Juni, untuk rentang usia 7-17 tahun belum ada yang tercatat ikut CKG sama sekali. Sekarang progresnya jauh lebih baik karena banyak anak SD dan SMP yang sudah dicek kesehatannya,” kata dia.

Dalam pemeriksaan ini, lanjutnya, sejumlah aspek penting diperhatikan, mulai dari anemia melalui pengecekan kadar hemoglobin (Hb), kesehatan mata termasuk buta warna dan minus, hingga perilaku berisiko seperti kebiasaan merokok pada pelajar.

“Banyak hal yang harus menjadi perhatian khusus untuk anak SD dan SMP, agar masalah kesehatan bisa terdeteksi sejak dini,” tambah Didi.

Pemeriksaan secara rutin, kata dia, juga diharapkan bisa menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit dan kebiasaan tidak sehat yang dilakukan anak pada umur perkembangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

52 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.