Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Pamekasan Menggerakkan Nakes untuk Imunisasi Campak

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Dinkes Pamekasan Menggerakkan Nakes untuk Imunisasi Campak Doc: Antara

Pamekasan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menggerakkan tenaga kesehatan di semua puskesmas dalam kegiatan imunisasi campak massal guna mencegah penyebaran penyakit itu di wilayah setempat.

"Para tenaga medis yang kami gerakkan ini yang bertugas di masing-masing puskesmas di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati di Pamekasan, Selasa.

Ia menjelaskan masing-masing puskesmas juga diberi tanggung jawab untuk melakukan imunisasi campak kepada semua anak yang ada di wilayah itu.

"Misalnya, Puskesmas Larangan, semua tenaga medis di sana harus proaktif melakukan imunisasi kepada anak-anak yang ada di kecamatan tersebut," katanya.

Menurut Avira, selain merupakan instruksi dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, imunisasi campak massal di Pamekasan dilakukan karena banyak anak yang terserang penyakit tersebut. "Ada 261 anak yang terduga terserang campak," katanya.

Dari jumlah itu, sebanyak 123 anak dinyatakan positif.

Avira menjelaskan tingginya kasus campak di Pamekasan itu akibat rendahnya imunisasi. "Karena itu, imunisasi massal kami lakukan untuk mencegah penyebaran," katanya.

Avira Sulistyowati mengatakan imunisasi massal campak dimulai pada 20 Agustus 2025 dan akan berlangsung selama dua pekan.

"Kami juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyukseskan program ini. Sebab, banyak orang tua yang tidak mau melakukan imunisasi dengan alasan khawatir efek yang ditimbulkan setelah imunisasi," katanya.

Memang, sambung Avira, setelah imunisasi, anak akan mengalami demam. Namun, setelah itu normal kembali dan kekebalan tubuh anak meningkat, sehingga tidak mudah terserang penyakit campak.

Jumlah anak yang positif kasus campak di Pamekasan kali ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. 

Pada 2024, anak yang positif menderita campak sebanyak 25 anak. "Jadi, ada peningkatan yang sangat tinggi dibanding tahun lalu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.