Dikepung 477 Titik Bencana, Kementerian PU Ngebut Pulihkan Jalan-Jembatan Aceh
📅 Minggu, 07 Des 2025, 20:26 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO - Kementerian PU
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan konektivitas jalan dan jembatan di Aceh pascabencana yang merusak ratusan titik infrastruktur.
Tim teknis dikerahkan untuk membuka akses utama, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsor, guna memastikan distribusi logistik dan layanan dasar kembali berjalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa seluruh personel teknis di Aceh tetap siaga memulihkan akses warga dan jalur distribusi logistik.
“Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Kementerian PU terus mempercepat penanganan darurat infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya difokuskan pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan nasional yang masih terputus serta dukungan sarana darurat bagi masyarakat.
Di Aceh tercatat 477 titik terdampak bencana, didominasi banjir tanggul kritis sebanyak 143 titik, longsor 46 titik, dan banjir tanggul jebol 36 titik.
Penanganan darurat yang dilakukan Balai dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian PU saat ini telah mencapai 48,34 persen. Kerusakan juga menyasar 30 ruas jalan nasional dan 15 jembatan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah akses telah kembali dapat dilalui seperti jalur Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, serta Kuala Simpang–Perbatasan Sumatera Utara.
Namun beberapa jalur masih terputus dan ditargetkan pulih secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025.
Untuk mengatasi ruas yang putus, Kementerian PU mempercepat pemasangan jembatan bailey pada sejumlah lokasi seperti Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, hingga Timang Gajah.
Material sebagian telah tersedia di lokasi dan sisanya sedang dalam proses mobilisasi menuju Aceh. Salah satu lokasi yang tengah dipercepat adalah Jembatan Teupin Mane.
Selain sektor jalan dan jembatan, kerusakan infrastruktur air minum dan pemukiman juga teridentifikasi cukup luas. Sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terdampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan Air di Kota Langsa.
Infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat seperti Sanimas, TPS3R, serta fasilitas PISEW juga mengalami kerusakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!