Pemudik Bermotor Mulai Padati Jalan Raya Kalimalang H-5 Lebaran
📅 Senin, 16 Mar 2026, 23:18 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
JAKARTA - Pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai memadati Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, pada lima hari sebelum (H-5) Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
Ratusan pemudik yang melintasi jalur tersebut hendak menuju berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Memang biasa lewat jalur sini kalau pulang kampung. Mumpung masih lima hari lagi, jadi pulang duluan biar gak terlalu macet kalau mendekati Lebaran," kata salah satu pemudik bermotor, Setya (32) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (16/3) malam.
Pantauan di sepanjang Jalan Raya Kalimalang, arus kendaraan didominasi sepeda motor yang membawa berbagai perlengkapan mudik.
Sejumlah pemudik terlihat membawa tas besar, karung hingga kardus yang diikat di bagian belakang kendaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan ada yang membawa barang hingga menumpuk di sisi kiri dan kanan motor agar seluruh kebutuhan selama di kampung halaman bisa terbawa.
Selain sepeda motor, sejumlah mobil travel dan kendaraan pribadi juga terlihat melintas membawa para pemudik.
Beberapa mobil pribadi tampak memuat banyak barang bawaan, seperti koper dan kardus yang diikat di atas atap kendaraan menggunakan tali pengaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepadatan kendaraan mulai terasa di beberapa titik Jalan Raya Kalimalang. Arus lalu lintas terlihat ramai dan sesekali melambat karena meningkatnya volume kendaraan yang melintas menuju arah Bekasi dan jalur Pantura.
Meski belum terjadi kemacetan panjang, antrean kendaraan sempat terlihat terutama saat rombongan pemudik melintas bersamaan.
Sebagian besar pemudik memilih berangkat pada malam hari ini untuk menghindari kemacetan yang diperkirakan semakin parah menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, perjalanan malam dianggap lebih nyaman karena suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari.
"Saya mau ke Pemalang. Berangkat malam biar lebih adem dan biasanya jalan juga lebih lancar. Kalau siang panas banget, kalau sore juga kadang hujan," ujar Setya.
Setya menuturkan perjalanan menuju Pemalang diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan jam menggunakan sepeda motor. Dia juga berencana beberapa kali berhenti di rest area atau warung pinggir jalan untuk beristirahat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!