Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Digitalisasi dan Integrasi, Kunci Penting  Tanangi Masalah ODOL

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 11:05 WIB | Oleh:
Digitalisasi dan Integrasi, Kunci Penting  Tanangi Masalah ODOL Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA — Untuk mengurangi jumlah dan fatalitas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan diperlukan upaya digitalisasi dan integrasi antar para pemangku kepentingan.

Hal ini disampaikan Praktisi/Akademisi Universitas Indonesia, Martha Leni Siregar dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perhubungan Darat Tahun 2025 di Kantor Pusat Kemenhub, Selasa (30/9).

"Terdapat beberapa strategi utama menuju bebas kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan di antaranya Penegakan Hukum Berbasis Teknologi:
(Pemasangan Weigh-in-Motion dan Automatic Number Plate Recognition untuk tilang otomatis), Peningkatan Sanksi Hukum, Edukasi & Sertifikasi Sopir, Zona Larangan ODOL, Pengawasan di Tingkat karoseri, Insentif untuk operator yang patuh, serta Integrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)," papar Martha saat diskusi panel Rakornis 2025 di Jakarta, kemarin. 

Di samping itu, Ia melanjutkan untuk mengurangi tingkat kemacetan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas, diperlukan strategi Manajemen Lalu Lintas Digital, Jalur Khusus Logistik, Integrasi Data Lalu Lintas hingga Insentif Moda Alternatif (peralihan angkutan berat ke rel).

Dirinya menyebut tentu banyak tantangan dalam implementasi di lapangan namun bukan berarti tidak mungkin mewujudkan bebas kendaraan lebih dimensi dan muatan.

Sejalan dengan upaya digitalisasi, Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga KemenPU, Pantha Dharma Oetojo menuturkan saat ini telah dilakukan pemasangan dengan total 26 titik Weight in Motion (WIM) di Jalan Tol di Pulau Sumatera, Dengan 14 titik sudah terintegrasi ETLE. "Untuk di pulau Jawa, Telah dilakukan pemasangan dengan total 14 titik Weight in Motion (WIM) di Jalan Tol dengan 5 titik sudah terintegrasi ETLE dan BLUe," jelasnya.

Ia menerangkan di jalan nasional tol dan jalan nasional non tol baru total sebanyak 55 unit WIM yang sudah diterapkan dengan 5 unit yang sudah terintegrasi dengan ETLE dan BLU-E, 19 unit terintegrasi dengan ETLE. Kemudian, 48 unit terintegrasi dengan Database Ditjen Bina Marga dan Kemenhub, serta 7 unit masih belum terintegrasi dengan Database Ditjen Bina Marga.

"Untuk penegakan hukum kendaraan lebih dimensi dan muatan yang lebih optimal pemerintah harus melakukan Pengoptimalan WIM yang telah terpasang di sejumlah ruas jalan tol. Penambahan pemasangan fasilitas penimbangan lima unit/tahun," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan pihaknya terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Adapun dalam mewujudkan integrasi data berbasis teknologi.

"Kami akan Meningkatkan pendataan dan pencatatan serta pertukaran data daftar muatan barang yang meliputi informasi angkutan dan volume pengiriman barang yang dapat digunakan sebagai upaya deteksi dini pelanggaran lebih dimensi dan lebih muatan pada pengangkutan barang," ujarnya.

Selain itu, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri juga melaksanakan pembinaan terhadap pelaku usaha jasa logistik dan pelaku usaha distribusi yang melaksanakan kegiatan pendistribusian barang.

Sementara, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kemendagri, Suprayitno menyampaikan peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan angkutan barang yang berkeselamatan sangatlah penting. Salah satunya kewenangan pelaksanaan uji berkala baik oleh Unit Pelaksana Pengujian Pemerintah Kabupaten/Kota, Unit Pelaksana Agen Tunggal Pemegang Merek dan Unit Pelaksana Pengujian Swasta.

"Sebetulnya saat ini alokasi anggaran urusan perhubungan khususnya dalam menciptakan keselamatan dan pengawasan masih sangat rendah maka perlu reposisi prioritas. Sebagai gambaran, alokasi anggaran urusan perhubungan tertinggi yaitu Provinsi DKI Jakarta sekitar 0,76 persen dan alokasi anggaran terkecil yaitu Provinsi Sulawesi Barat sekitar 0,01%," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sinergitas dan kolaborasi antar pilar menjadi nilai penting dalam upaya penurunan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas melalui intervensi program multisektor. "Dalam mendorong sinergitas dan kolaborasi, pemerintah daerah dapat memanfaatkan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi/Kabupaten/Kota," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

45 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.