Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapatkan PMN, PELNI Utamakan Keselamatan Penumpang dengan Pengadaan Kapal Baru  

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 13:28 WIB | Oleh:
Dapatkan PMN, PELNI Utamakan Keselamatan Penumpang dengan Pengadaan Kapal Baru   Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Armada kapal yang dioperasilan PT Pelni. 

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Cadangan Investasi Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp1,5 triliun. Keputusan ini dibacakan oleh Pimpinan Rapat pada Rapat Kerja (Raker)Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan.

Direktur Utama PT PELNI (Persero) Tri Andayani mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Pemerintah kepada PELNI sebagai Perusahaan Pelayaran BUMN yang menjalankan penugasan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan RI untuk melayani kebutuhan masyarakat akan moda transportasi laut.

"Keputusan yang dibacakan oleh Pimpinan Rapat tadi menunjukan perhatian dan komitmen yang serius dari Pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan moda transportasi laut yang aman dan nyaman. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, dan kami akan memastikan pemanfaatannya akan dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan sesuai aturan," ujar Anda dalam keterangan persnya usai mengikuti Raker Komisi XI, beberapa waktu lalu.

Dalam putusan yang dibacakan oleh Pimpinan Sidang Drs. H. Kahar Muzakar dan disaksikan oleh Menteri Keuangan beserta jajaran Kementerian Keuangan RI dan pimpinan BUMN, pada kesimpulan akhir dituliskan bahwa, "PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) sebesar Rp 1.500.000.000.000,00 untuk uang muka pengadaan tiga unit kapal baru penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) yang telah melewati batas usia operasi dengan memperhatikan kapasitas dan tata kelola perusahaan."

Anda, panggilan akrab Tri Andayani menjelaskan bahwa 3 unit kapal baru penumpang tersebut untuk menggantikan kapal-kapal penumpang PELNI yang usianya sudah melebihi usia teknisnya, yaitu 30 tahun.

"Adapun kapal-kapal yang akan diganti sesuai urutan umur tertua kapal yang dimiliki oleh PELNI, yaitu Kapal Umsini dan Kapal Kelimutu yang telah berusia 39 tahun serta Kapal Lawit yang telah berusia 38 tahun pada tahun 2024 ini," tambahnya.

Anda sendiri menegaskan bahwa upaya Perusahaan untuk mengganti seluruh kapal-kapal PELNI yang telah melebihi usia teknisnya akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan dengan mengusulkan skema PMN kepada Pemerintah.

"Keterlibatan Pemerintah dalam hal ini merupakan bentuk kepedulian negara dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan layanan moda transportasi yang layak, aman dan nyaman," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.