Cuaca Sangat Berbahaya, Siswa di Makassar Belajara dari Rumah
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 14:22 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MAKASSAR - Demi keamanan dan keselamatan para murid, Dinas Pendidikan Kota Makassar memberlakukan pembelajaran daring (online) bagi pelajar PAUD, TK, SD hingga SMP akibat cuaca ekstrem. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya intensitas curah hujan tinggi di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
"Kegiatan pembelajaran tatap muka sementara ditiadakan dan digantikan pembelajaran daring mulai 25-28 Februari 2026," tulis surat edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan Kota Makassar di Makassar, Rabu
Imbauan yang diteken Kepala Dinas Pendidikan Makassar Achi Soleman juga mengimbau kepada para tenaga pengajar atau guru agar tetap melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal serta memberikan materi sesuai tugas secara efektif dan profesional.
Selain itu, orang tua juga diimbau agar ikut mengamati dan mengawasi anak-anaknya selama pelaksanaan pembelajaran daring dari rumah. "Murid diharapkan mengikuti pembelajaran daring dari rumah masing-masing," bunyi salah satu poin surat edaran Disdik Makassar.
Terkait dengan cuaca ekstrem, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Makassar merilis potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan yang diprakiraan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret.
Maka dari itu, pemangku kebijakan dan masyarakat Sulsel diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Peringatan BMKG
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV dalam rilis di Makassar, Rabu, menyebutkan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.
BMKG menjelaskan peningkatan curah hujan dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer berupa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin, yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan.
Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, kata dia, diprakirakan terjadi di wilayah Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain hujan lebat, kata dia, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Di wilayah perairan, masyarakat diminta mewaspadai gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene Kepulauan, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, penataan lingkungan, serta pemangkasan pohon yang berisiko tumbang.
Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Informasi cuaca terkini dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui kanal resmi BMKG dan layanan informasi yang tersedia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!