Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Umat Kristen–Katolik di Yogyakarta Gelar Seminar Ekumenisme Jelang Pekan Doa Sedunia 2026

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Umat Kristen–Katolik di Yogyakarta Gelar Seminar Ekumenisme Jelang Pekan Doa Sedunia 2026 Doc: ESP

YOGYAKARTA — Umat Kristen dan Katolik dari berbagai denominasi di Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Seminar Ekumenisme sebagai bagian dari persiapan Pekan Doa Sedunia 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (8/1) di Gereja Kristus Raja Baciro dan diikuti sekitar 130 peserta dari berbagai latar belakang gereja dan sekolah.

Seminar ini menghadirkan Romo Martinus Joko Lelono, Romo Paroki Santo Mikael Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto, serta Pendeta Jozef M. Hehanussa dari Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB), yang juga dosen teologi di Universitas Kristen Duta Wacana.

Koordinator Seminar Ekumenisme, Bonifatius Aditya Kurniawan, mengatakan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman umat mengenai makna Pekan Doa Sedunia dan gerakan oikumenisme. Menurutnya, masih banyak umat yang belum memahami tujuan dan konteks ibadah oikumenis yang setiap tahun diselenggarakan secara internasional.

“Seminar ini kami adakan agar umat mengetahui apa itu Pekan Doa Sedunia dan untuk apa ibadat tersebut dilaksanakan, sehingga ketika ibadat puncak berlangsung, umat dapat mengikutinya dengan kesadaran penuh,” kata Bonifatius.

Pekan Doa Sedunia merupakan rangkaian doa bersama umat Kristiani yang dilaksanakan setiap tahun secara global. Di Yogyakarta, ibadah puncak Pekan Doa Sedunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/1) di Gereja Kristus Raja Baciro dengan target kehadiran sekitar 1.000 umat.

Romo Martinus Joko Lelono menjelaskan bahwa Pekan Doa Sedunia telah dilaksanakan secara internasional sejak 1908 sebagai upaya membangun persatuan umat Kristiani lintas denominasi. Ia menegaskan bahwa ibadah ekumenis tidak menggunakan liturgi resmi gereja tertentu, melainkan doa bersama yang dapat diikuti oleh umat Kristen dan Katolik.

“Ibadah ini bukan liturgi formal, tetapi doa bersama yang berfokus pada pembacaan Kitab Suci, doa-doa umum, serta nyanyian yang bisa diterima semua gereja,” ujar Romo Martinus.

Pendeta Jozef Hehanussa menambahkan bahwa ekumenisme mendorong gereja-gereja untuk berjalan bersama tanpa mempermasalahkan perbedaan denominasi. Menurutnya, meskipun terdapat perbedaan tata ibadah dan tradisi, seluruh gereja memiliki misi yang sama sebagai umat Kristiani.

“Ekumenisme mengajak gereja untuk membangun kebersamaan dan menjalankan panggilan bersama, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam merespons persoalan sosial, lingkungan, dan ketidakadilan di masyarakat,” katanya.

Ibadah ekumenis Pekan Doa Sedunia 2026 di Yogyakarta akan melibatkan paduan suara dari berbagai komunitas, antara lain OMK Paroki Baciro, Paroki HKTY Pugeran, SMA Bopkri 2, serta paduan suara anak dari GKJ Gondokusuman. Lagu dan tata doa yang digunakan bersifat umum agar dapat diterima seluruh umat.

Sejumlah peserta muda dari sekolah menengah atas mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ekumenis. Mereka menyebut kegiatan tersebut membuka pemahaman baru mengenai hubungan antara umat Kristen dan Katolik serta pentingnya persaudaraan lintas gereja.

Pekan Doa Sedunia di Yogyakarta telah dilaksanakan secara bergiliran di berbagai gereja sejak sekitar 2014. Penyelenggaraan tahun ini di Baciro menjadi bagian dari upaya berkelanjutan gereja-gereja di Yogyakarta untuk memperkuat dialog, kebersamaan, dan peran umat Kristiani di tengah masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Produk UMKM Dipromosikan Lewat Njajan Fest di Rembang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.