Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cabai Tembus Rp120 Ribu! Gubernur NTB Langsung Turun Gunung ke Pasar Brang Biji, Ada Apa?

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 17:31 WIB | Oleh:
Cabai Tembus Rp120 Ribu! Gubernur NTB Langsung Turun Gunung ke Pasar Brang Biji, Ada Apa? Doc: ANTARA/Pemprov NTB
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal didampingi istri Sinta Agathia Iqbal memantau perkembangan harga sejumlah bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/3).

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau pergerakan harga bahan pokok di Pasar Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/3). 

Dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut, Gubernur menemukan harga cabai rawit masih bertengger pada kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram akibat terbatasnya pasokan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Gubernur menilai harga tersebut masih relatif tinggi, terutama karena Pasar Brang Biji bukan merupakan pasar induk yang menjadi pusat distribusi utama.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB kini tengah menjajaki koordinasi dengan Badan Pangan Nasional guna mendatangkan pasokan dari wilayah surplus demi menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

"Dari hasil pengecekan langsung di pasar, harga cabai rawit memang masih cukup tinggi. Ini juga dipengaruhi karena pasar ini bukan pasar induk sehingga distribusi pasokan tidak sebesar di pasar utama," ujar Iqbal melalui keterangan tertulis diterima di Mataram.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit saat ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar, di mana pasokan yang terbatas tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya telah mencoba menambah pasokan cabai dengan mendatangkan lebih dari satu ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat pasar.

Untuk itu, Pemprov NTB tengah menjajaki opsi penambahan pasokan cabai dari luar daerah melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional. Data distribusi antar wilayah dari Bapanas akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan daerah pemasok yang memiliki surplus produksi cabai.

"Kami terus berkomunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk melihat daerah mana yang memiliki harga cabai lebih rendah dan memungkinkan dilakukan distribusi ke NTB sebagai bentuk intervensi pasar," terangnya.

Selain cabai, Gubernur NTB juga memantau harga komoditas lain seperti minyak goreng dan beras. Untuk komoditas tersebut, pemerintah membuka ruang intervensi melalui koordinasi dengan Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menemukan bahwa harga minyak goreng bersubsidi "Minyak Kita" di wilayah Sumbawa masih relatif tinggi. Kondisi tersebut diduga terjadi karena sebagian pedagang belum terhubung langsung dengan jalur distribusi resmi sebagai distributor.

Pemantauan pasar seperti ini, lanjut Iqbal, akan terus dilakukan selama Ramadhan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di berbagai daerah di NTB.

"Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi, apalagi menjelang hari raya ketika permintaan biasanya meningkat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.