Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budayawan Prof Dibia Angkat Peristiwa Seni Lewat Puisi dan Novel

📅 Senin, 15 Mei 2023, 05:32 WIB | Oleh:
Budayawan Prof Dibia Angkat Peristiwa Seni Lewat Puisi dan Novel Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. Budayawan Bali Prof Dr I Wayan Dibia saat menunjukkan sejumlah buku hasil karyanya di Denpasar.

DENPASAR -- Budayawan Bali Prof Dr I Wayan Dibia mengangkat peristiwa dan berbagai fenomena seni serta kritik sosial melalui karya sastra berbentuk buku antologi puisi berjudul Jala Jalan dan novel Bintang Panggung.

"Saya berharap tulisan-tulisan yang berbau puisi ini bisa merangsang generasi muda untuk membacanya," kata Prof Dibia di Denpasar, Minggu.

Sejak aktif menulis dari tahun 1978, hingga saat ini mantan Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar ini telah menghasilkan 58 buku.

"Sebuah budaya menulis, yang sejak lama saya bangun, berawal dari membuat naskah sendratari, naskah topeng maupun karya seni lainnya. Hal itu banyak membantu saya dalam membuat alur cerita novel maupun penulisan puisi," ujarnya.

Karya sastra Prof Dibia yang teranyar yakni antologi puisi Jala Jalan dan novel Bintang Panggung telah dibedah dalam acara bedah buku menghadirkan dua pembahas yaitu Tommy F Auwy dan Prof Dr I Nyoman Darma Putradi Wantilan, Taman Budaya Bali, Denpasar.

"Ketika ingin membicarakan seni khususnya tari, maka tidak sajaan sichngomongin tari saja, tetapi saya juga mencoba membuatnya dengan nuansa sastra, sehingga orang yang membaca dapat dua-duanya. Informasi tari, pengertian tentang tari serta estetika sekaligus mendapatkan nuansa sastranya juga," katanya.

Menurut dia, menulis buku seni merupakan upaya yang dibangun supaya ada pola penulisan berbeda dengan yang sudah biasa.

"Nanti dalam puisi saya berjudul puisi kecak atau Kumpicak (Kumpulan Puisi Kecak), orang yang baca nanti akan mengerti tentang kecak, sejarahnya, penyebarannya, dan sebagainya," ujar budayawan yang mengaku kebiasaan setiap pagi mulai pukul 05.00 Wita menulis satu sampai tiga halaman.

Terkait kritik dan kepedulian sosial, Guru Besar ISI Denpasar ini mengatakan ada yang terinspirasi ketika ia berjalan-jalan.

"Seperti saat di Lampung, saya jalan-jalan ingin melihat suasana sosial orang Bali di sana. Ada yang secara terbuka menunjukkan identitas Bali-nya, ada yang agak sembunyi-sembunyi karena dia berada di daerah mayoritas agama lain," ucap Dibia.

Kemudian ketika berjalan-jalan di kawasan Renon, Kota Denpasar, ia melihat ada pedagang yang dikejar-kejar aparat penertiban umum (Satpol PP), padahal orang itu orang yang cari makan, anaknya masih kecil. "Ini yang saya tangkap. Saya bukan sekadar santai berjalan-jalan tetapi sekaligus melihat realitas yang ada di sana," katanya.

Sementara itu,Tommy F Auwy menyinggung keterkaitan proses kreatif yang dilakukan Prof Dibia adalah adanya kegaduhan terkait memudarnya taksu yang bermakna sesuatu yang menghidupkan.

Tommy berpandangan tari Bali sekarang sudah kehilangan taksu. Taksu ditutupi teknik, padahal taksu melampaui teknik.

"Kegelisahan Prof Dibia soal taksu, kesenian kita kalau tidak mati ya mundur. Kenapa ini ditulis karena kegelisahan Prof Dibia soal taksu para penari. Ini sebuah kritik dengan sastra yang enak dibaca. Isinya sangat mengalir dan mengalun seperti halnya tarian," katanya.

Sedangkan pembahas lainnya, Prof Darma Putra menyampaikan bahwa kumpulan puisi berjudul Jala Jalan ini melukiskan hidup ini, yaitu perjalanan, dan perjalanan itu adalah kehidupan.

"Saya sering memergoki Prof Dibia ketika jalan di Renon, Sanur. Memang terlihat sederhana, yang ditulis tidak saja olahraga di Renon, tetapi juga isi kepedulian sosial ketika seorang ibu berjualan sambil mengasuh anak, tiba-tiba ada Satpol PP," kata Darma Putra.

"Tugas kita membangun dialog dan memberikan makna lebih jauh, semua puisi dalam buku Jala Jalan mengandung kata 'jalan' ini mengandung dan melahirkan banyak imajinasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.