BRIN Ungkap Misteri Rafflesia Raksasa di Sumbar, Diduga Satu Garis dengan Malaysia
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 03:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Yusrizal
LUBUK BASUNG - Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti bunga langka Rafflesia Arnoldii di Cagar Alam (CA) Batang Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kekerabatan genetiknya dengan spesies serupa di Malaysia.
Penelitian kolaboratif dengan Universitas Oxford dan BKSDA Sumbar ini diharapkan mampu mengungkap asal-usul dan garis keturunan bunga terbesar di dunia tersebut.
Peneliti Ahli Muda BRIN Irvan Fadli Wanda di Lubuk Basung, Kamis (13/11)
mengatakan pengambilan sampel bunga Rafflesia Arnoldii telah dilakukan pada Rabu (12/11) dan sampel yang diambil ini disebut CF Arnoldii, karena identifikasi lanjutan bakal dilakukan secara morfologi dan molekuler.
"Kenapa CF, karena kondisi forma. Rafflesia CF Arnoldii sampai sampel ini pasti namanya Arnoldii. Penelitian tersebut kolaborasi multi stakeholder berupa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Universitas Bengkulu, BRIN dan Universitas Oxford," katanya.
Ia mengatakan setelah pengambilan spesimen di lapangan, dilanjutkan pengamatan lebih rigid lagi di Kampus BRIN di Cibinong, Jawa Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamatan yang dilakukan berupa morfologi secara pendekatan lebih detail menggunakan sem tem dan dilanjutkan dengan mengidentifikasi DNA nya.
"Ini bakal membantu untuk merumuskan keputusan taksonomi terkait jenisnya," katanya.
Ia menambahkan pengambilan sampel diduga Arnoldii di Batang Palupuh, karena dari rekaman publikasi sebelumnya, di Palupuh ini ada Rafflesia Arnoldii.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rafflesia tersebut diduga Arnoldii dulu sampai dipastikan pendekatan secara morfologi dan molekuler.
Untuk pemeriksaan itu, tambahnya ada dua tim yang akan bekerja. Tim pertama bakal memeriksa morfologi secara detail melibatkan pakar morfologi atas nama Prof Agus Susatya dan Dr Ridha Mahyuni.
"Beliau yang akan melihat secara lebih rinci dengan melibatkan tim lainnya untuk melihat ornamen-ornamen rafflesia menggunakan microscope. Jika diperlukan kita akan menggunakan scanning electron microscope (SEM) untuk melihat ultra mikropisnya," katanya.
Ia menambahkan tim kedua meneliti terkait molekuler yang ia langsung menjadi penanggungjawabnya. Tim ini bakal melakukan ekstasi, Polymerase Chain Reaction (PCR) dan lainnya, sampai keluar hasilnya.
Hasilnya itu bakal disandingkan dengan data base yang ada, sehingga akan terlihat DNA sampel yang diambil mirip apa.
"Nanti akan kita sandingkan morfologinya, apakah selaras atau tidak. Sampai selesai jenis rafflesia di Cagar Alam Batang Palupuh ini apa dan waktu penelitian yang dibutuhkan sangat tentatif," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!