Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN: Peran Forum DAS di Daerah Perlu Dioptimalkan

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 16:20 WIB | Oleh:
BRIN: Peran Forum DAS di Daerah Perlu Dioptimalkan Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Tangkapan layar Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Tria Anggita Hafsari dalam webinar diikuti di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tria Anggita Hafsari mengemukakan peran Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tersebar di berbagai daerah perlu dioptimalkan agar pengelolaan ekosistem DAS lebih terpadu.

"Salah satu rekomendasi kami dari tim riset, bagaimana optimalisasi Forum DAS. Forumnya sendiri sudah berjalan tetapi mungkin belum optimal. Jadi bagaimana secara struktur, penganggaran, dan mewadahi komunitas-komunitas yang ada," katanya dalam webinar diikuti di Jakarta, Kamis.

Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mendorong pembentukan Forum DAS sejak 2006. Forum tersebut disahkan melalui surat keputusan masing-masing pemerintah daerah.

Namun, katanya, masih ada Forum DAS di daerah yang belum mewadahi komunitas-komunitas akar rumput. Padahal, komunitas skala kecil itu memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan isu pelestarian lingkungan.

"Terkait dengan bagaimana menjembatani itu masih belum bisa menaungi komunitas-komunitas secara komprehensif, sedangkan DAS sendiri tidak bisa kita pandangsegmented(tersegmentasi)hanya hulu, tengah, hilir, atau titik-titik tertentu saja. DAS itu saling berkesinambungan dan saling terkait," kata dia.

Tria dan tim di BRIN telah melakukan riset tentang penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan pada 2021. Tim peneliti menemukan banyak komunitas akar rumput peduli pengelolaan DAS Jeneberang, namun bergerak sendiri-sendiri.

Oleh sebab itu, BRIN merekomendasikan Forum DAS menaungi komunitas akar rumput. Apalagi, Forum DAS salah satu pihak yang memiliki wewenang membuat rencana pengelolaan DAS.

Ia mengingatkan tentang ego sektoral kelembagaan yang jangan sampai membatasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS, terutama DAS Jeneberang.

"Komunitas yang aktif-aktif ini mungkin bisa diwadahi karena mereka sendiri tidak mendapatkan pendanaan secara rutin, dalam tanda kutip tidak seperti Walhi (LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), sehingga jangan sampai ego sektoral kelembagaan membatasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS Jeneberang," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.