Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Mengembangkan Sistem Pemantauan Gerakan Tanah di Sesar Lembang

📅 Rabu, 22 Mar 2023, 20:30 WIB | Oleh:
BRIN Mengembangkan Sistem Pemantauan Gerakan Tanah di Sesar Lembang Doc: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ket. Warga menikmati pemandangan lembah di Tebing Keraton, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/5/2019). Kawasan tersebut digunakan warga sebagai tempat nongkrong sambil menunggu waktu berbuka puasa.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem pemantauan gerakan tanah pada Sesar Lembang yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, untuk mengatasi permasalahan kota yang dibangun dengan ancaman sesar aktif.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengatakan kegiatan penelitian Sesar Lembang telah dilakukan tahun lalu dengan tujuan untuk menyediakan instrumen yang bisa menyediakan informasi mengenai ancaman gerakan tanah.

"BRIN sebagai suatu pemangku kebijakan melakukan kegiatan riset dan inovasi berkontribusi di Sesar Lembang yang ada ancaman yang biasanya ada gerakan tanah atau longsor," katanya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sesar Lembang merupakan sebuah patahan geser aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Gempa-gempa kecil selama ini terjadi di wilayah Lembang dan sekitarnya. Situasi itu menunjukkan bahwa aktivitas Sesar Lembang mempunyai potensi untuk menyebabkan bencana tidak hanya akibat penguatan goncangan pada daerah tanah lunak, tetapi juga kegagalan lereng batuan dan tanah di sepanjang zona sesar tersebut.

Adrin mengungkapkan Desa Langensari di Lembang, Jawa Barat, kalau dilihat dari aspek mikroskopik banyak retakan. Jika ada guncangan gempa dikhawatirkan Gunung Batu bergerak.

"Kita lihat banyak pemukiman. Sebagai suatu sarana peringatan dini kami memasang alat untuk memantau ancaman gerakan tanah," katanya.

BRIN mengklaim penelitian Sesar Lembang sudah lumayan bagus dengan adanya data rinci yang dapat memitigasi.

Penelitian itu dilakukan guna membangun sistem pemantauan ancaman longsor lereng batuan di wilayah pemukiman pada zona Sesar Lembang.

BRIN, kata AdrinTohari, juga membangun peralatan pemantau ancaman longsor batuan akibat goncangan gempa, antara lain alat takar curah hujan yang digunakan untuk mengukur tingkat intensitas air hujan, tiltmeter yang digunakan untuk mengukur perubahan kemiringan yang terjadi pada bagian lereng tanah maupun pergerakan pada lapisan tanah, dan ekstensometer yang digunakan untuk mengukur secara menerus pergeseran relatif pada daerah gerakan tanah.

Peneliti Pusat Riset Fotonik BRIN, Suryadi, menyampaikan ekstensometer adalah sensor perpindahan untuk mengukur pergeseran lereng akibat gerakan tanah. Alat itu didampingi juga dengan tiltmeter yang merupakan sensor untuk mengukur perubahan kemiringan lereng akibat gerakan tanah.

Ia menjelaskan bahwa alat itu juga dilengkapi dengan gateway yang merupakan perangkat pengumpul data dari sensor nirkabel untuk kemudian dikirim ke server melalui jaringan internet. Perangkat itu juga dilengkapi dengan sensor pencacah hujan serta alat pemberi peringatan berupa sirine dan lampu rotari.

Sementara itu, peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN pada Kelompok Riset Gerakan Tanah, Koko Hermawan, memaparkan bahwa lereng merupakan suatu permukaan bidang yang miring dan membentuk sudut terhadap bidang horisontal.

Kemantapan suatu lereng dipengaruhi dari gaya penahan dan gaya penggerak serta aspek geologi dalam bebatuan.

"Penelitian itu telah sampai pada tahap instalasi peralatan pemantauan gerakan tanah dan lereng, (alat) telah dipasang di area Gunung Batu, Lembang, pada 5-11 Desember 2022," demikian Koko Hermawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.