BRIN Kirim “Mobil Ajaib” Arsinum ke Sumatera: Air Lumpur Seketika Jadi Air Layak Minum!
📅 Senin, 08 Des 2025, 18:48 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengerahkan tiga unit mobil Arsinum, kendaraan pengolah air berlumpur menjadi air siap minum, ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera.
Selain itu, BRIN juga menurunkan drone berteknologi sensor kedalaman untuk membantu pencarian korban serta pemetaan kebutuhan sumber air sebagai bagian dari upaya pemulihan bencana.
"Arsinum itu satu mobil, di mana mobil itu bisa mengubah air yang penuh lumpur menjadi air langsung siap minum," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Kepala BRIN menyebut sebanyak tiga mobil telah diluncurkan pada hari ini untuk dapat diberangkatkan dengan segera.
Ia menjelaskan satu unit mobil Arsinum memiliki kapasitas hingga 10.000 liter per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arif berharap nantinya seluruh daerah di Indonesia memiliki setidaknya satu unit mobil Arsinum guna mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Kami juga ingin meminta banyak lembaga-lembaga untuk memiliki Arsinum di setiap wilayah. Jadi kalau setiap provinsi memiliki Arsinum sekian banyak, kemudian kabupaten punya Arsinum sekian banyak, saya kira akan sangat membantu untuk mempercepat proses pemulihan, khususnya berkaitan dengan persediaan air minum," ujarnya.
Selain Arsinum, Arif mengungkapkan BRIN juga mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) di sejumlah titik terdampak bencana di Sumatera yang dilengkapi dengan sistem sensor khusus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memaparkan sistem tersebut memungkinkan drone dapat mendeteksi hingga kedalaman 100 meter. Sehingga, keberadaan korban yang tertimbun, hingga potensi sumber air dapat ditemukan.
"Nah, begitu pula kalau drone ini bisa setiap provinsi juga punya. Memang drone kan butuh pilot sendiri yang harus punya sertifikasi, sehingga paling tidak kalau barang ini sudah tersedia di banyak tempat akan sangat membantu," ucapnya.
Di samping itu, ungkap Arif, BRIN saat ini juga sedang mengkaji epidemiologi yang mungkin terjadi pascabencana banjir di berbagai wilayah di Sumatera.
"(BRIN) menganalisis soal perspektif penyakitnya, kemudian kajian mitigasi bencana-pascabencana banjir ini. Tentu kajian ini berkaitan dengan policy-policy apa yang harus dilakukan oleh kementerian lain. Sehingga nanti setelah kajian ini selesai, akan kami sampaikan ke kementerian teknis apa-apa yang harus dilakukan terkait dengan bagaimana memitigasi bencana, supaya tidak terulang lagi di kemudian hari." tutur Arif Satria.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!