Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kirim “Mobil Ajaib” Arsinum ke Sumatera: Air Lumpur Seketika Jadi Air Layak Minum!

📅 Senin, 08 Des 2025, 18:48 WIB | Oleh:
BRIN Kirim “Mobil Ajaib” Arsinum ke Sumatera: Air Lumpur Seketika Jadi Air Layak Minum! Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Arsip - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ditemui di sela-sela Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa (25/11).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengerahkan tiga unit mobil Arsinum, kendaraan pengolah air berlumpur menjadi air siap minum, ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Selain itu, BRIN juga menurunkan drone berteknologi sensor kedalaman untuk membantu pencarian korban serta pemetaan kebutuhan sumber air sebagai bagian dari upaya pemulihan bencana.

"Arsinum itu satu mobil, di mana mobil itu bisa mengubah air yang penuh lumpur menjadi air langsung siap minum," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Kepala BRIN menyebut sebanyak tiga mobil telah diluncurkan pada hari ini untuk dapat diberangkatkan dengan segera.

Ia menjelaskan satu unit mobil Arsinum memiliki kapasitas hingga 10.000 liter per hari. 

Arif berharap nantinya seluruh daerah di Indonesia memiliki setidaknya satu unit mobil Arsinum guna mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Kami juga ingin meminta banyak lembaga-lembaga untuk memiliki Arsinum di setiap wilayah. Jadi kalau setiap provinsi memiliki Arsinum sekian banyak, kemudian kabupaten punya Arsinum sekian banyak, saya kira akan sangat membantu untuk mempercepat proses pemulihan, khususnya berkaitan dengan persediaan air minum," ujarnya.

Selain Arsinum, Arif mengungkapkan BRIN juga mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) di sejumlah titik terdampak bencana di Sumatera yang dilengkapi dengan sistem sensor khusus.

Ia memaparkan sistem tersebut memungkinkan drone dapat mendeteksi hingga kedalaman 100 meter. Sehingga, keberadaan korban yang tertimbun, hingga potensi sumber air dapat ditemukan.

"Nah, begitu pula kalau drone ini bisa setiap provinsi juga punya. Memang drone kan butuh pilot sendiri yang harus punya sertifikasi, sehingga paling tidak kalau barang ini sudah tersedia di banyak tempat akan sangat membantu," ucapnya.

Di samping itu, ungkap Arif, BRIN saat ini juga sedang mengkaji epidemiologi yang mungkin terjadi pascabencana banjir di berbagai wilayah di Sumatera.

"(BRIN) menganalisis soal perspektif penyakitnya, kemudian kajian mitigasi bencana-pascabencana banjir ini. Tentu kajian ini berkaitan dengan policy-policy apa yang harus dilakukan oleh kementerian lain. Sehingga nanti setelah kajian ini selesai, akan kami sampaikan ke kementerian teknis apa-apa yang harus dilakukan terkait dengan bagaimana memitigasi bencana, supaya tidak terulang lagi di kemudian hari." tutur Arif Satria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.