Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS Ungkap Konstruksi Jadi Penopang Tenaga Kerja, Tapi Rawan Gejolak Proyek Mangkrak

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Ungkap Konstruksi Jadi Penopang Tenaga Kerja, Tapi Rawan Gejolak Proyek Mangkrak Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Pekerja konstruksi. 

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan potret menarik dari perekonomian nasional: sektor konstruksi kini menjadi salah satu penyangga utama lapangan kerja. 

Sektor tersebut menyerap lebih dari 8,7 juta orang atau sekitar 5,97 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia. 

Angka tersebut menempatkan konstruksi bukan sekadar sebagai roda pembangunan fisik, tetapi juga sebagai denyut nadi kehidupan jutaan keluarga. 

Namun, di balik kontribusi besar ini, sektor konstruksi juga menghadapi paradoks—rentan terhadap fluktuasi investasi, proyek mangkrak, hingga masalah perlindungan pekerja yang kerap diabaikan. 

Fakta ini menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan infrastruktur bukan hanya soal beton dan baja, melainkan juga menyangkut masa depan tenaga kerja yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

"Dari sisi tenaga kerja, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas di bulan Februari 2025, sektor konstruksi menyerap lebih dari 8,7 juta orang atau sekitar 5,97 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (19/8).

Di samping itu, lanjutnya, BPS mencatat sektor konstruksi pada triwulan II 2025 memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia, yaitu share dari sektor konstruksi adalah 9,48 persen, terbesar keempat setelah sektor industri, kemudian pertanian, dan perdagangan lalu diikuti oleh sektor konstruksi.

"Sektor konstruksi ini memang berperan sangat strategis terhadap perekonomian Indonesia," katanya.

Angka ini tentunya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya menyokong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi sektor konstruksi itu dipercayai sebagai sektor yang relatif padat karya dibandingkan dengan sektor-sektor lain setelah sektor pertanian tentunya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto optimistis pemerintah dapat mencetak delapan juta lapangan kerja baru dalam periode lima tahun ke depan berkat berbagai investasi pada proyek-proyek hilirisasi dan pembangunan.

Oleh karena itu, Presiden yakin masa depan bangsa Indonesia cerah dan gemilang ke depannya.

"Investasi-investasi yang kita akan laksanakan mulai tahun ini nanti buahnya adalah hilirisasi supaya nilai tambah semua bahan baku kita bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, juga lapangan kerja yang kita hitung, lapangan kerja dalam lima tahun yang akan datang akan mencapai delapan juta lapangan kerja," kata Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan dirinya akan terus maju membangun negeri meskipun ada usaha dari pihak-pihak tertentu untuk menurunkan semangat dan harapan anak-anak muda, generasi penerus bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.