Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bos BEI Buka-bukaan: Emiten Konglomerat Mengantre IPO, Pasar Modal Siap Ramai

📅 Senin, 19 Jan 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bos BEI Buka-bukaan: Emiten Konglomerat Mengantre IPO, Pasar Modal Siap Ramai Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) membocorkan adanya emiten dari kelompok usaha konglomerasi yang tengah bersiap melantai di bursa pada 2026.

Sinyal ini memberi angin segar bagi pasar modal, di tengah upaya memperdalam likuiditas dan memperluas pilihan investasi.

Meski detailnya masih dirahasiakan, wacana IPO konglomerasi dinilai berpotensi menjadi katalis baru yang mampu mengerek sentimen pasar ke level yang lebih optimistis.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memastikan terdapat perusahaan (emiten) konglomerasi bersiap untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia pada tahun 2026.

“Tapi setahu saya minimal satu (IPO konglomerasi),” ujar Iman dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin (19/1).

BEI mengungkapkan terdapat lima perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar berada dalam pipeline (antrean) untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia per 15 Januari 2026.

Selain itu, terdapat satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar dan satu perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar berada dalam antrean IPO.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Dari tujuh perusahaan dalam antrean IPO tersebut, Nyoman merincikan sebanyak dua perusahaan sektor keuangan, satu perusahaan sektor barang baku, dan satu perusahaan sektor energi.

Kemudian, satu perusahaan sektor industri, satu perusahaan sektor transportasi & logistik, dan satu perusahaan sektor teknologi.

Sebagai informasi, konglomerasi merupakan sebuah entitas bisnis besar yang terdiri dari beberapa perusahaan yang beroperasi di berbagai industri berbeda, yang mana dimiliki atau dikendalikan oleh satu perusahaan induk ataupun konglomerat.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 26 perusahaan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan dana dihimpun mencapai Rp18,11 triliun, yang mana saat ini total perusahaan tercatat di BEI mencapai 969 perusahaan.

Untuk tahun 2026, BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan enam di antaranya berkapitalisasi besar atau lighthouse company.

Selain itu, BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp14,5 triliun, serta penambahan sebanyak 2 juta investor baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.