Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKSDA Sumbar Siapkan Tahapan Evakuasi Harimau Sumatera di BRIN Agam

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 17:49 WIB | Oleh:
BKSDA Sumbar Siapkan Tahapan Evakuasi Harimau Sumatera di BRIN Agam Doc: Antara Foto
Ket. Petugas BKSDA Sumbar dan tim melakukan pemantauan harimau sumatera di area perkantoran BRIN Agam menggunakan drone termal.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tahapan penanganan satwa jenis Harimau Sumatera yang terisolasi di area perkantoran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Agam sejak Rabu (15/10) dini hari.

"Kami melakukan tahapan penanganan harimau di area perkantoran BRIN di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Agam," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan penanganan satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan cara melakukan pengiriman ke lokasi induknya.

Apabila langkah itu tidak berhasil, kata dia, tidak menutup kemungkinan evakuasi satwa dilakukan dengan menggunakan kandang jebak atau pembiusan.

"Pengiriman ke lokasi induk kita lakukan dan langkah ini bisa efektif, sehingga anak harimau dengan usia di bawah dua tahun bisa ketemu dengan induknya dan saudara yang lain, karena ada tiga individu di daerah itu," kata Ade Putra.

Ia menambahkan petugas BKSDA Sumbar beserta Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baring, Pagari Salareh Aia, Centre for Orangutan Protection (COP) dan mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (UNRI), melakukan pemantauan di sekitar lahan BRIN dengan luas sekitar puluhan hektare.

Setelah itu, lanjutnya, memantau keberadaan harimau setiap saat menggunakan drone termal.

Dari hasil pemantauan drone termal, kata dia, satwa masih berada di kawasan BRIN karena dipagar dengan beton sekitar 1,5 meter.

"Harimau tidak bisa keluar dan di lokasi, hanya ada satu pintu utama. Aktivitas di kawasan itu dihentikan sementara waktu," katanya.

Sebelumnya Harimau Sumatera masuk ke areal perkantoran BRIN dan sempat terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV) milik BRIN pada Rabu (15/10) dini hari. Harimau tersebut terlihat mengelilingi gedung perkantoran sampai menuju lokasi belakang kantor itu.

"Harimau terekam di sejumlah titik CCTV milik kantor BRIN Agam. Individu harimau di BRIN ini diduga sama dengan individu yang muncul di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menghubungkan Bukittinggi menuju Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (12/10) dini hari," katanya.

BKSDA: Harimau sumatera terisolasi di BRIN Agam karena mengejar hewan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyatakan harimau sumatera yang terisolasi di areal perkantoran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Agam diduga karena mengejar hewan.

"Harimau sumatera dengan usia di bawah dua tahun itu diduga mengejar anjing yang ada di area BRIN pada Rabu (15/10) dini hari. Ini berdasarkan keterangan saksi mata, rekaman dan identifikasi lapangan," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan, usai mengejar anjing, satwa dilindungi undang-undang itu tidak bisa keluar, karena kawasan perkantoran BRIN di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Agam tersebut dipagar menggunakan beton setinggi 1,5 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.