Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI DKI: Pentingnya Menjaga Stabilitas Inflasi di Jakarta

📅 Rabu, 06 Des 2023, 14:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI DKI: Pentingnya Menjaga Stabilitas Inflasi di Jakarta Doc: Istimewa.
Ket. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta, Arlyana Abubakar dalam seminar Outlook Jakarta 2024 dengan tema "Optimalisasi Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilisasi" di Jakarta, Rabu (6/12).

JAKARTA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta, Arlyana Abubakar menegaskan peran Jakarta sebagai pusat ekonomi dengan pangsa 16,64% terhadap ekonomi nasional. Jakarta, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tertinggi dan interkoneksi yang kuat dalam aglomerasi Jabodetabek, diakui sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Dia juga menekankan pentingnya stabilitas inflasi di Jakarta, khususnya sebagai hub distribusi pangan nasional, dengan 95% pasokan pangan bergantung pada luar daerah. Meskipun proyeksi pemulihan ekonomi pada triwulan IV 2023 positif, Arlyana Abubakar menyampaikan tantangan struktural dan siklikal, seperti ketergantungan pada pasokan pangan luar daerah dan volatilitas harga komoditas global, tetap menjadi fokus perhatian.

"Prospek pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2024 tetap optimistis, diperkirakan berkisar antara 4,8 - 5,6%, namun tantangan seperti ketersediaan lahan, tingkat upah minimum, dan isu lingkungan perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkapnya dalam seminar Outlook Jakarta 2024 dengan tema "Optimalisasi Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilisasi" di Jakarta, Rabu (6/12).

Arlyana menuturkan, masih kuatnya pertumbuhan ekonomi Jakarta diprakirakan ditopang oleh intermediasi perbankan yang baik dengan perkiraan penyaluran kredit mencapai 10 - 12% pada 2024.

"Inflasi Jakarta pada 2024 juga diprakirakan akan terkendali, dengan sasaran inflasi yang semakin rendah, yaitu sebesar 2,5±1%. Kondisi ini didukung oleh kondisi cuaca yang lebih kondusif dan penguatan pengendalian volatile food, terutama melalui GNPIP (gerakan nasional pengendalian inflasi pangan)," ujarnya.

Sementara itu, dalam konteks dinamika politik menjelang pemilihan umum 2024, Arlyana Abubakar menyisipkan catatan bahwa kinerja investasi dapat mengalami keterbatasan karena sikap "wait and see" investor, sesuai dengan pola historisnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi, strategi utama yang diusulkan mencakup tiga hal. Pertama, penguatan peran Jakarta sebagai kontributor utama perekonomian nasional melalui optimalisasi sektor ekonomi utama dengan pangsa terbesar, dengan fokus pada sektor perdagangan (Hub-Ecommerce), sektor industri pengolahan (otomotif dan kimia), sektor jasa keuangan (digitalisasi dan IFC-Regional), sektor informasi dan komunikasi (data center) dan sektor konstruksi (TOD dan infrastruktur hijau);

Kedua, memperkuat sinergi pengendalian inflasi, terutama melalui penguatan program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam 4K (Ketersediaan pangan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Komunikasi yang efektif), serta kerjasama lintas daerah.

Ketiga, memperkuat sinergi mendorong eksosistem digital melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk sektor Pemerintah dengan penguatan digitalisasi transaksi Pemda, transportasi, dan bantuan sosial; serta sektor swasta yang menyasar pada sektor ekonomi potensial seperti pariwisata, pendidikan, dan kesehatan..

"Kunci sukses dalam hal tersbut adalah sinergi dengan berbagai pihak, inovasi kebijakan yang responsif, dan konsistensi kebijakan sebagai fondasi untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Seminar ini menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pandangan, wawasan, dan upaya kolaboratif guna mendorong Jakarta sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pihak terkait demi merumuskan solusi yang efektif dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Adapun acara ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Jakarta. Acara ini berlangsung di Gedung Heritage BI Jakarta. Selain Arlyana turut hadir Sri Haryati selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Inarno Ketua ISEI Jakarta dan Bapak Yoga Affandi sebagai Sekretaris Umum PP-ISEI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.