Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beli Sekarang, Bayar Nanti Makin Diminati: Pendanaan Paylater April 2025 Melonjak ke Rp8,24 Triliun

📅 Senin, 02 Jun 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beli Sekarang, Bayar Nanti Makin Diminati: Pendanaan Paylater April 2025 Melonjak ke Rp8,24 Triliun Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Konsumen menggunakan layanan paylater dalam bertransaksi di e-commmerce.   

JAKARTA - Pembiayaan paylater meningkat" artinya jumlah uang yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan atau platform paylater untuk pembelian barang atau layanan secara cicilan meningkat.

Namun, peningkatan pembiayaan paylater patut diwaspadai, terlebih di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Hal itu berpotensi meningkatkan risiko kredit macet, terutama jika tidak ada pengawasan yang ketat terhadap kemampuan bayar nasabah. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyatakan pembiayaan paylater meningkat menjadi Rp8,24 triliun pada April 2025.

Angka tersebut melonjak 47,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), naik lebih tinggi dibandingkan total pembiayaan paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) pada Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp8,22 triliun dan tumbuh 39,28 persen yoy.

“Untuk pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan, pada April 2025 meningkat sebesar 47,11 persen year-on-year, (sedangkan) di Maret yang lalu 39,28 persen year-on-year, atau menjadi sebesar Rp8,24 triliun,” ucap Agusman di Jakarta, Senin (2/6).

Ia mengatakan tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada sektor layanan paylater naik menjadi 3,78 persen pada April 2025, dibandingkan tingkat NPF yang tercatat sebesar 3,48 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu secara keseluruhan, ia menyampaikan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan naik 3,67 persen yoy pada April 2025 menjadi Rp504,18 triliun, terutama didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,74 persen yoy.

Agusman menuturkan bahwa sejauh ini profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga, terlihat dari NPF gross yang tercatat turun menjadi 2,43 persen pada April 2025 dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,71 persen.

Namun, ia menyatakan bahwa NPF nett tercatat meningkat menjadi 0,82 persen, dibandingkan 0,80 persen pada Maret 2025.

Sedangkan rasio utang terhadap modal (gearing ratio) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,23 kali pada April 2025, menurun dibanding tingkat gearing ratio pada Maret 2025 yang tercatat 2,26 kali. Angka tersebut masih berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Pada industri fintech peer-to-peer lending (fintech lending) atau pinjaman daring (pindar) atau Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), Agusman mengatakan bahwa outstanding pembiayaan pada April 2025 tumbuh 29,01 persen yoy menjadi Rp80,94 triliun.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan pada Maret 2025 yang tercatat sebesar 28,72 persen yoy.

“Tingkat risiko kredit macet secara agregat, atau TWP90, berada di posisi 2,93 persen, (lebih tinggi dibandingkan) di Maret yang lalu yakni 2,77 persen,” kata Agusman.

Sementara pada industri modal ventura, ia menuturkan bahwa pembiayaan tumbuh 1,04 persen yoy pada April 2025 menjadi Rp16,49 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.