Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bekasi Buka Jajak Pendapat Pilih 'Icon'

📅 Senin, 13 Mar 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Buka Jajak Pendapat Pilih 'Icon' Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Arsip Foto. Kawanan lutung jawa di kawasan hutan mangrove Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Perburuan dan penyempitan hutan mengrove mengancam populasi satwa yang dipilih sebagai salah satu calon ikon Kabupaten Bekasi tersebut.

BEKASI - Tiga flora dan tiga fauna akan menjadi kandidat dipilih sebagai icon Kabupten Bekasi. Pemilihan akan dilakukan melalui jajak pendapat untuk memilih satu menjadi icon Kabupten Bekasi. Demikian disampaikan Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi, Indra Wahyudi, Sabtu (11/3).

"Jadi memang prosesnya cukup panjang sebelum ada enam kandidat. Tim ahli sudah melakukan kajian dan kini akan dilempar ke masyarakat dalam bentuk jajak pendapat," katanya. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan sejak dua tahun lalu mengenai kondisi lingkungan hidup, sejarah, dan faktor lain, menurut Indra, Pemerintah Kabupaten Bekasi memilih bunga teratai,mangga dalban daram, dan buah alkesasebagai flora calon icon.

Teratai ditetapkan sebagai kandidat karena banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Bekasi. Sedangkan mangga dalban daramyang berukuran besar telah mendapatsertifikat dari Kementerian Pertanian sebagai varietas mangga khas Kabupaten Bekasi. Buah alkesa, yang sering disebut sawo belanda, merupakan jenis buah unik yang banyak ditemukan di Kabupaten Bekasi.

"Jadi bentuknya kuning seperti sawo, tapi kalau dibuka rasanya seperti ubi jalar. Ada kekhasan tersendiri," jelas Indra. Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memilih tiga jenis fauna sebagai calon icon daerah, yaknilutung jawa, burung blekok bluwek, dan betet.

"Rata-rata fauna ini ada di wilayah utara, seperti lutung jawa di Muaragembong. Cuma di Muaragembong yang asli karena memang tinggal di pohon mangrove," ujar Indra. Dia menyampaikan bahwa penetapan flora dan fauna sebagai icon daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kelestarian flora dan fauna khas.

"Jadi, minimal bagaimana flora dan fauna dijaga agar tidak punah. Seperti diketahui jumlah populasi lutung jawa sudah sangat sedikit, maka diharapkan dukungan ini bisa mencegah kepunahan," katanya.
Ketua Tim Jajak Pendapat Suriadi mengatakan bahwa jajak pendapat mengenai pemilihan flora dan fauna icon daerah dibuka bagi seluruh warga dengan kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Bekasi.

Warga bisa mendatangi kantor kecamatan untuk mendaftar mengikuti jajak pendapat pemilihan flora dan fauna icon daerah. "Target kami membuka jajak pendapat untuk diisi masyarakat secara merata di seluruh kecamatan. Jajak pendapat ini sudah dibuka sejak Februari lalu dan masih berjalan hingga saat ini," kata Suriadi.

Menurut dia, saat ini ada 800 suara yang masuk dalam jajak pendapat pemilihan flora dan fauna icon Kabupaten Bekasi. Dia mendorong warga untuk berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut. "Segera menghubungi pihak kecamatan untuk turut serta. Semakin banyak yang turut serta, semakin baik," demikian Suriadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.