Beijing Tolak Kenaikan Tarif AS untuk Barang-barang Tiongkok
📅 Kamis, 16 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: MANDEL NGAN/AFP
BEIJING - Tiongkok dengan tegas menentang dan mengajukan pernyataan serius mengenai kenaikan tarif tambahan lebih lanjut terhadap sejumlah barang Tiongkok oleh Amerika Serikat (AS).
Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, pada Selasa (14/5), negeri Tirai Bambu itu juga akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri.
Seperti dikutip dari Antara, selain tarif-tarif yang berlaku di bawah Pasal 301, AS pada Selasa memutuskan untuk menaikkan tarif tambahan pada produk-produk Tiongkok yang mereka impor, termasuk kendaraan listrik, baterai lithium-ion, panel surya, mineral kritis, semikonduktor, baja, dan aluminium, serta crane.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut Tiongkok menyatakan sangat tidak puas dengan penyalahgunaan AS terhadap prosedur peninjauan tarif di bawah Pasal 301 yang didorong oleh berbagai kekhawatiran politik dalam negeri dan kenaikan tarif tambahan untuk produk-produk Tiongkok tertentu.
Langkah ini mempolitisasi isu perdagangan dan memanfaatkannya sebagai alat, kata pernyataan itu, menyebutnya sebagai manipulasi politik yang khas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) telah memutuskan bahwa tarif-tarif di bawah Pasal 301 melanggar regulasi WTO, namun pihak AS terus melakukan pelanggaran.
Pengaruhi Kerja Sama
Kenaikan tarif AS itu dinilai Tiongkok bertentangan dengan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara dan janji Presiden AS, Joe Biden, serta akan sangat mempengaruhi atmosfer kerja sama bilateral.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak AS, pernyataan tersebut menegaskan, harus segera memperbaiki kesalahannya dan membatalkan kebijakan tarif tambahan untuk Tiongkok.
Sementara itu, pertemuan negara-negara demokrasi utama G-7 di Italia minggu depan, dilaporkan akan membahas risiko fragmentasi dalam perdagangan global setelah AS memberlakukan tarif impor yang "sangat ketat" terhadap Tiongkok.
Dikutip dari The Straits Times, Presiden AS, Joe Biden, minggu ini mengumumkan serangkaian kenaikan tarif yang besar pada sejumlah impor Tiongkok, termasuk baterai kendaraan listrik, cip komputer, dan produk medis, yang berisiko menimbulkan kebuntuan pada tahun pemilu dengan Beijing dalam upaya untuk merayu pemilih memberikan suaranya dengan kebijakan ekonominya.
"Pertemuan para menteri keuangan G-7 pada tanggal 24-25 Mei di Kota Stresa, Italia utara, akan merefleksikan fragmentasi perdagangan global, dengan langkah-langkah terbaru pemerintah Amerika yang telah menunjukkan kartunya dengan tindakan yang sangat keras terhadap Tiongkok," kata Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, Selasa (14/5).
"Dunia, seperti yang kita ketahui, sudah berakhir," kata Giorgetti, seraya menambahkan perang dagang sedang berlangsung yang mencerminkan ketegangan geopolitik dan Eropa masih perlu mengambil peran sendiri dalam skenario yang terus berkembang ini.
Agenda lain dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana menggunakan aset-aset Russia yang dibekukan yang disita setelah invasi Moskwa ke Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!