Begini Perkembangan Penyaluran Beras SPHP dan Bantuan Pangan Per 1 Agustus 2025!
📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Bapanas
JAKARTA- Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) melaporkan realisasi penyaluran bantuan pangan (Banpang) beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) per 1 Agustus 2025.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menjelaskan, hingga 1 Agustus telah disalurkan kepada 12.502.201 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia. Progres positif ini sama dengan telah mencapai 68,4 persen dari total target 18.277.083 PBP.
"Sementara untuk realisasi pelaksanaan beras SPHP hingga 1 Agustus telah berada di angka 188,4 ribu ton atau 12,56 persen dari total target 1,5 juta ton sepanjang 2025 ini. Untuk penyaluran beras SPHP melalui Koperasi Merah Putih tercatat ada 53,72 ton,"sebutnya usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Koperasi Desa Merah Putih Penfui Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (1/8).
Terhadap realisasi program beras subsidi ini, pemerintah bersama Perum Bulog terus lakukan pacu salur dengan memperlebar kanal-kanal distribusi. Tak hanya melalui Koperasi Merah Putih, beras SPHP akan mulai disalurkan ke ritel modern, termasuk minimarket. Namun tidak termasuk ritel grosir.
"Kami mendorong Bulog untuk mempercepat distribusi beras SPHP ini, tapi tidak ke grosir, karena ada limitasi maksimal 2 karung setiap pembelian. Kalau akses ke modern market itu sebenarnya tidak hanya untuk masyarakat yang menengah ke atas saja, apalagi untuk minimarket berjejaring. Menurut kami dapat diakses oleh semua kalangan. Jaringan outletnya pun sangat luas," jelas Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
Katalisator Ekonomi Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan kembali bahwa sesuai visi Presiden Prabowo Subianto, tidak boleh ada rakyat yang susah dan ekonomi harus mampu dimulai dari desa. Pemerintah ingin ada katalisator ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Jadi memang NTT ini menjadi prioritas utama. Kunjungan pertama setelah pengumuman seluruh Kopdes terbentuk, kami ke NTT. Ada salam dari Bapak Presiden. Bapak Presiden ingin rakyatnya tidak boleh ada yang susah. Oleh karena itu kekuatan ekonomi, pemberdayaan harus dimulai dari desa. Kemudian nanti untuk memberantas tengkulak-tengkulak di desa," papar Zulhas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemudian ada gerai sembako. Minyak goreng. Ada beras, ada gula, dan lain-lain. Jadi kalau Bulog nanti tidak kasih beras, tidak kasih minyak, lapor sama Bupati. Pendek kata, kita ingin, sebagaimana cita-citanya pendiri negeri ini, bahwa Indonesia itu miliknya semua orang. Rakyat harus kita berdayakan. Caranya gimana? Ya dengan ekonominya tadi," kata dia lagi.
Menko Zulhas menuturkan upaya pemerintah menjaga harga petani gabah dan jagung merupakan salah satu strategi perwujudan kesejahteraan rakyat. Tatkala petani Indonesia semakin sejahtera, maka produktivitas pasti diperoleh. Petani Indonesia dapat unggul melebihi petani negara lain, seperti Tiongkok, Vietnam, dan lain sebagainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!