Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Basarnas temukan jasad dua pemancing terseret arus di Pantai Mangening

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Basarnas temukan jasad dua pemancing terseret arus di Pantai Mangening Doc: ANTARA/Ho-Basarnas Bali
Ket. Basarnas Bali temukan dua pemancing yang terseret arus di Pantai Mangening, Denpasar, Jumat 29/8.

Denpasar --  Kantor Basarnas Bali menemukan dua dari tiga pemancing yang terseret arus di Pantai Mangening, Desa Cemagi, Kabupaten Badung.

“Pagi tadi telah ditemukan dua sosok tubuh yang terdampar di pantai dalam keadaan meninggal dunia, penemuan pertama oleh warga yang melintas sekitar pukul 08.00 Wita,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Jumat.

Jasad warga asal Jember, Jawa Timur, bernama Mohammad Rohmat (36) itu ditemukan di Pantai Nyanyi atau arah utara kurang lebih 785 meter dari lokasi kejadian.

Nyoman Sidakarya menjelaskan mulanya seorang saksi sedang berolahraga dan melihat tubuh telungkup di bibir pantai, kemudian ia memanggil petugas keamanan vila untuk membantunya menarik ke pinggir pantai.

Mereka segera melaporkan ke Polsek Kediri, dan tim SAR gabungan ikut merapat ke lokasi, setelah dikonfirmasi benar bahwa itu adalah korban hanyut Pantai Mangening yang selanjutnya dievakuasi ke RSUD Singasana Kediri, Tabanan, sekitar pukul 09.40 Wita.

Selanjutnya, tim SAR menemukan pemancing kedua atas nama Akhmad Romli (34) yang juga berasal dari Jember dalam kondisi meninggal dunia.

“Penemuan ke dua berada di Pantai Nyanyi, sebelah utara Pantai Cemagi berjarak 486 meter pada pukul 11.20 Wita, selanjutnya pukul 12.39 Wita korban dievakuasi menuju RSUD Singasana Nyitdah menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue,” ujar Nyoman Sidakarya.

Untuk diketahui informasi tiga orang pemancing yang terseret arus di Pantai Mangening pertama kali didapat Basarnas Bali pada Kamis (28/8) kemarin pukul 15.40 Wita, dimana diperkirakan ketiganya hanyut pukul 14.00 Wita.

Setelah laporan diterima, Nyoman Sidakarya segera mengutus personel menuju Pantai Mangening, dan setiba di lokasi berdasarkan saksi mata ditemukan barang milik korban seperti sandal, tiga unit HP, dua bungkus rokok, dua jaket, dan dua botol bekas minuman.

Saksi mata awalnya hanya melihat dua orang terseret arus, sementara satu lainnya berteriak meminta pertolongan, tetapi ketika saksi mengambil alat bantu pelampung darurat dan akan melemparkannya, ketiga korban sudah terombang-ambing di air.

Tim SAR melakukan penyisiran hingga malam hari, namun karena tak kunjung mendapat hasil pencarian dihentikan dan dilanjutkan pagi tadi.

“Kondisi di lokasi angin kencang, sempat turun hujan dan gelombang tinggi, sementara itu SRU darat dibagi menjadi dua tim, penyisiran sepanjang bibir pantai ke arah utara dan selatan dari lokasi kejadian sejauh 3,5 km,” kata Nyoman Sidakarya.

Basarnas menyampaikan hingga saat ini satu korban masih belum bisa ditemukan atas nama Riko Sugeng Irawan (24).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.