Banten Menjadi Contoh Asrama Haji Terpadu
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 18:07 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SERANG – Pemerintah menggunakan asrama haji Banten sebagai contoh layanan terpadu untuk haji dan umrah. Ini telah ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah. Asrama Haji Banten berada di Cipondoh, Kota Tangerang. Inisebagai pilot project atau percontohan pusat layanan terpadu (one stop services) untuk keberangkatan jamaah umrah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan layanan one stop services tersebut bersifat opsional dan bukan kewajiban bagi jamaah umrah. “Sekali lagi, ini adalah opsi pelayanan, bukan mandatori. Jadi bukan pemerintah atau Kementerian Haji dan Umrah mewajibkan jamaah umrah masuk asrama. Itu tidak benar. Jamaah tetap bisa memilih layanan mereka,” ujar Wamenhaj Dahnil di Tangerang, Selasa.
Program One Stop Services, kata dia, merupakan kolaborasi antara Kemenhaj bersama PT Garuda Indonesia dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Melalui konsep layanan terpadu, kata dia, jamaah umrah mandiri atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan Garuda Indonesia dapat memilih untuk berangkat dari asrama haji.
Melalui skema tersebut, lanjutnya, seluruh proses keberangkatan dapat dipusatkan di satu lokasi yakni asrama haji, mulai dari pemeriksaan keimigrasian, penerbitan tiket penerbangan Garuda Indonesia, pelaksanaan manasik, hingga penyediaan akomodasi hotel domestik. “Semua proses keberangkatan, mulai dari keimigrasian, tiket Garuda, manasik, sampai hotel domestik dipersiapkan di satu tempat, yaitu asrama haji,” kata Wamenhaj.
Wamenhaj Dahnil menuturkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) setiap hari melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta umrah yang berangkat ke Tanah Suci. Dengan jumlah yang besar tersebut, jamaah membutuhkan tempat istirahat yang terjangkau dan layak sebelum keberangkatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Asrama haji menjadi salah satu tempat yang ekonomis dan layak. Di sana juga tersedia fasilitas manasik, seperti mock up Kabah dan lintasan sai untuk latihan,” ujarnya. Menurut dia, kehadiran layanan terpadu umrah justru memberikan kemudahan dan alternatif layanan yang lebih efisien bagi jamaah, bukan menambah beban.
“Kalau mereka tidak mau menggunakan layanan one stop services, tidak masalah. Ini bukan kewajiban, tapi pilihan layanan untuk memudahkan jamaah umrah kita,” kata Wamenhaj Dahnil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!