Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Sampah Kepulauan Seribu Sukses Tekan Volume Sampah Hingga 80 Persen

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 21:32 WIB | Oleh:
Bank Sampah Kepulauan Seribu Sukses Tekan Volume Sampah Hingga 80 Persen Doc: ANTARA/M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Para anggota Bank Sampah di Pulau Kelapa Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Jakarta, Kamis (24/4) saat memilah sampah plastik rumah tangga untuk kemudian dimanfaatkan sebagai nilai tambah pendapatan rumah tangga.

JAKARTA - Program Bank Sampah di Pulau Kelapa Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi Jakarta berhasil menekan volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) hingga 80 persen.

Petugas Pendamping Bank Sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu Zainal saat ditemui di lokasi bank sampah binaannya Kamis mengatakan, keberhasilan ini beriringan dengan meningkatnya kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah berkat adanya pendampingan intensif yang dimulai pada 2018.

“Alhamdulillah, sekarang warga sudah mulai sadar dan memilah sampah langsung dari rumah. Sampah organik, anorganik, hingga limbah B3 sudah mulai dipisahkan sejak dari sumbernya,” kata Zainal.

Dia menjelaskan bahwa konsistensi warga dalam menjalankan program pengelolaan sampah semakin membaik dalam satu tahun terakhir. Sedikitnya saat ini sudah ada 108 rumah tangga di wilayah itu yang terlibat aktif dalam proses pemilahan sampah.

Suku Dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini berkolaborasi dengan para mitra strategis, seperti Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk menggerakkan Bank Sampah di pulau itu.

Bentuk komitmen yang diberikan yayasan dalam kolaborasi tersebut seperti bantuan fasilitas berupa troli, gerobak, sepatu boot, hingga memberikan segenap kegiatan edukasi-padat karya dari pengelolaan sampah yang menyasar para ibu-ibu rumah tangga di Pulau Kelapa dan sekitarnya

"Lebih baik, ya. Sebelum adanya pendampingan ini, seluruh sampah rumah tangga dibuang langsung ke TPS tanpa pemilahan, bahkan sebagian dibuang ke laut atau sampah kiriman yang dibawa arus sampai ke pulau kami ini," ungkapnya.

Dia menyebutkan bahwa jumlah produksi sampah rumah tangga di wilayahnya mencapai 200 hingga 300 kilogram per hari, jumlah sampah ini belum termasuk sampah kiriman dari daerah sekitar yang hanyut terbawa ombak laut.

Para anggota Bank Sampah dan warga di Pulau Kelapa sudah mulai terlatih untuk memilah sebagian besar sampah seperti plastik, kertas, kardus dan sejenisnya untuk dijual ke pengepul atau sampah itu diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis sekaligus daya tarik bagi wisatawan.

Sementara untuk sampah residu seperti puntung rokok dan pembalut atau sejenisnya yang tidak dapat dimanfaatkan akan ditampung di TPS, lalu setiap akhir pekan menggunakan kapal dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Bantar Gebang.

"Tidak semua jenis sampah lagi yang keluar dari pulau kami ini, sudah berkurang karena diproses semua, 80 persen lah pengurangannya dari adanya Bank Sampah ini," katanya.

Zainal berharap ke depan dapat dibangun sebuah tempat permanen sebagai pusat aktivitas Bank Sampah untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan infrastruktur. Meski memberikan dampak yang sangat positif, kondisi bangunan Bank Sampah ini masih sangat sederhana hanya berdinding papan triplek dan beratap dari asbes bekas.

“Kalau hujan atau angin kencang, bangunan yang ada sekarang sangat rentan rusak. Makanya kami butuh bangunan gedung permanen agar aktivitas bank sampah bisa berjalan lebih optimal," cetusnya.

Lurah Pulau Kelapa Muslim, menambahkan bahwa wilayahnya kini menjadi salah satu yang terbaik dalam pengelolaan bank sampah, baik di tingkat Kepulauan Seribu maupun Provinsi DKI Jakarta. Penilaian tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Jakarta pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.