Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bandar Narkoba Jaringan Myanmar Ditangkap

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 00:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bandar Narkoba Jaringan Myanmar Ditangkap Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko P
Ket. Tim Brantas BNN Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan barang bukti 115 kilogram sabu-sabu yang disita dari tersangka NRH alias Acun (46) kepada wartawan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/1/2023).

Palembang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan menangkap seorang bandar narkoba kelas kakap jaringan internasional Myanmar

Kepala BNNP SumselBrigjen Pol.Djoko Prihadi memastikan seorang bandar yang ditangkap beberapa hari lalu merupakan satu jaringan langsung dengan komplotan kelas kakap peredaran gelap narkoba dari Myanmar.

Menurut Djoko Prihadikepada wartawan di Palembang, Senin, kepastian ini terungkap berdasarkan hasil penyidikan BNNP Sumsel terhadap tersangka NRH alias Acun (46), warga Sukarami, Palembang.

Tersangka Acun menjalani penyidikan seusai ditangkap Tim Bidang Brantas BNNP Sumsel bersama personel Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timurpada Selasa (24/1) siang.

Dari penangkapan tersebut, kata dia, disita barang bukti puluhan paket sabu-sabu yang dikemas bungkus teh bertuliskancoolberhologram naga dengan berat 115 kilogram.

Barang bukti itu disimpan tersangka dalam bagasi mobil minibus Avanza warna hitam bernomor polisi BA 866 KB yang dikendaraidari Aceh melintas di Jalan Kolonel Dani Effendi, Talang Betutu, Palembang.

Djoko memastikan tersangka Acun jaringan langsung komplotan peredaran narkoba internasional Myanmar, Laos, dan Thailand atau kerap disebut "Segitiga Emas" ("Golden Triangel").

Hal tersebut berdasarkan ciri-ciri kemasancoolberhologram naga dan fisik barang bukti sabu berkualitasexcellentyang dimiliki tersangka diproduksi di Myanmar, salah satu dari "Golden Triangel".

"Dari sini terungkapkalau tersangka Acun bertugas selaku pengendali, sekaligus bandar sabu-sabu untuk wilayah Kota Palembang dan Provinsi Sumsel," kata dia.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, sabu-sabu dibawalangsung dari Aceh untuk tujuan kawasan Plaju, Palembang.

Adapun sabu-sabu milik tersangka Acun tersebut per kilogramdihargai senilai Rp700 juta sehingga total mencapai Rp80,5 miliar.

Tersangka beserta barang bukti 115 kg sabu-sabudan satu unit mobil Avanza warna hitam BA 1866 KB saat ini diamankan di Kantor BNNP Sumsel.

"Hasil pengungkapan ini terus dikembangkan bekerja sama dengan BNN provinsi tetangga,"kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.