Balita di Samarinda Terseret Banjir Saat Bermain di Teras Rumah, Tim SAR Masih Mencari
📅 Selasa, 13 Mei 2025, 09:28 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kantor SAR Balikpapan
SAMARINDA - Tim SAR gabungan dari beberapa unsur hingga hari kedua setelah kejadian masih mencari satu anak balita laki-laki yang terseret arus banjir di Gang Saka, Jalan P. Suryanata Samarinda, Kalimantan Timur.
"Dalam pencarian hari kedua ini SAR gabungan telah melakukan pertemuan kecil untuk menyusun strategi dengan titik pencarian sepanjang 2 kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Dody Setiawan di Samarinda, Selasa (13/5).
Pencarian korban balita atas nama Nabil Sarim (2 tahun) dilakukan dengan metode penyisiran manual di sepanjang bantaran sungai ke arah hilir, namun karena kondisi sungai yang terlalu sempit menghambat penggunaan perahu karet.
"Adapun kendala di lapangan meliputi derasnya arus sungai, air yang sangat keruh, serta sempitnya aliran sungai yang menyulitkan mobilisasi alat berat dan perahu karet.
Dody menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan penuturan saksi, lanjut ia, kejadian bermula pada Senin, 12 Mei 2025 pukul 14:21 Wita, ketika korban sedang bermain di teras rumah ketika ayahnya sedang membersihkan halaman.
Namun tanpa disadari oleh ayahnya, korban terjatuh dan langsung terbawa arus banjir yang deras di depan rumah.
Upaya pencarian awal dilakukan oleh keluarga dan masyarakat, namun belum membuahkan hasil, sehingga kemudian dari keluarga melaporkan kejadian ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Laporan resmi diterima oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Kaltim pada pukul 16:50 Wita melalui pelapor atas nama Ibu Erna," ujar Dody.
Kemudian Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan bergerak menuju lokasi kejadian pukul 17:10 Wita dan tiba di lokasi kejadian pukul 20:30 Wita.
Setelah berkoordinasi dengan unsur potensi SAR, penyisiran awal dilakukan pada malam hari, namun hingga pukul 21:30 Wita, korban belum berhasil ditemukan.
Tim kemudian menghentikan pencarian sementara dan bersiap melanjutkan operasi pada hari kedua, Selasa, 13 Mei 2025 mulai pukul 07:00 Wita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!