Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana DNA Mempengaruhi Sidik Jari dan Warna Mata?

📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bagaimana DNA Mempengaruhi Sidik Jari dan Warna Mata? Doc: facednatest.com
Ket. Menganalisis DNA dapat memberi tahu kita apa warna mata seseorang.

Cristina Abbatangelo, University of Toronto

Memecahkan kejahatan dalam kehidupan nyata tidak seperti di televisi, tapi dalam kedua situasi tersebut, bukti tetap diperlukan. Sidik jari dan DNA yang tertinggal di tempat kejadian perkara merupakan sumber bukti yang sangat baik.

Asam deoksiribonukleat (DNA) memiliki pengaruh pada ujung jari kita, tetapi yang membuat sidik jari menjadi unik adalah pola lipatan khusus tonjolan-tonjolan kecil pada kulit kita. Hal ini terjadi selama perkembangan janin dan memberikan manusia kemampuan untuk memegang dan mencengkeram benda. Tidak ada dua pola tonjolan yang persis sama.

Di sisi lain, sidik jari DNA adalah cara lain untuk mengumpulkan bukti yang memungkinkan para penyelidik untuk mempersempit identitas seseorang berdasarkan pola genetik yang unik.

Pengertian DNA

DNA adalah informasi genetik yang terkandung di dalam setiap sel kita yang membuat kita menjadi diri kita sendiri. DNA bertindak seperti seperangkat instruksi yang ditulis dalam kode khusus dengan hanya menggunakan empat huruf: A-adenin, T-timahin, C-sitosin, dan G-guanin.

Huruf-huruf ini merujuk pada nukleotida dan urutan nukleotida tertentu dalam DNA yang merepresentasikan instruksi untuk semua sel dan fungsinya di dalam tubuh kita.

Rangkaian instruksi DNA yang lengkap adalah 99,9 persen sama pada setiap manusia di planet ini - tetapi sebagian kecil yang berbeda adalah seunik sidik jari di ujung jarimu.

Daerah-daerah unik ini muncul pada posisi yang diketahui dalam DNA kita dalam bagian-bagian kecil yang disebut mikrosatelit, atau tandem repeats. Mikrosatelit mengandung segmen pendek dari DNA berulang yang biasanya terdiri dari satu hingga enam nukleotida (misalnya, GATGATGAT). Setiap orang memiliki mikrosatelit yang sama pada posisi yang diketahui sama dalam DNA kita, tapi jumlah pengulangan bervariasi dari orang ke orang.

Kamu mungkin memiliki "GAT" yang diulang sebanyak 10 kali, sedangkan gurumu mungkin memiliki "GAT" yang diulang sebanyak 12 kali. Sebagai hasil dari perbedaan jumlah pengulangan ini, mikrosatelit memiliki panjang yang mudah diukur dan para penyelidik dapat menggunakan pengukuran ini untuk menghasilkan kecocokan antara DNA tersangka dan sampel di tempat kejadian perkara (TKP).

Bagaimana DNA menentukan penampilan manusia

Sidik jari DNA mungkin tidak selalu menghasilkan kecocokan atau penyelidik mungkin tidak memiliki tersangka untuk dibandingkan dengan DNA TKP. Jadi, bagaimana para penyelidik tahu siapa yang harus dicari? Metode terbaru menggunakan DNA yang tertinggal di TKP untuk memberitahu kita tentang seperti apa rupa tersangka.

Mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi teknik baru yang disebut forensic DNA phenotyping (FDP) dapat membantu menghasilkan profil tersangka dari materi genetik yang tertinggal di TKP. Dengan menggunakan FDP, para penyelidik dapat menentukan usia, garis keturunan, warna rambut, warna kulit, dan warna mata seseorang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.