Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi: Suplai Magma Cukup Tinggi di Gunung Lewotobi Laki-laki

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi: Suplai Magma Cukup Tinggi di Gunung Lewotobi Laki-laki Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Jumat (2/8/2024).

KUPANG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masih adanya suplai magma yang cukup tinggi dari aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dari aktivitas kegempaan vulkanik dalam cenderung naik, itu mengindikasi masih ada suplai magma yang cukup tinggi," kata Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki Emanuel Rofinus Bere ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (3/8).

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, terdapat 93 kali gempa vulkanik dalam yang terjadi dalam periode 23-31 Juli 2024. Angka tersebut naik bila dibandingkan dengan periode 8-15 Juli 2024 yang mencatat 85 kali gempa vulkanik dalam.

Dengan jumlah gempa vulkanik dalam yang cenderung naik, ia mengatakan potensi erupsi dari Gunung Lewotobi Laki-laki masih akan terjadi karena suplai magma masih ada dari dalam tubuh gunung.

Dari pengamatan yang dilakukan oleh pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, gunung tersebut juga terekam masih mengalami kejadian erupsi. Pada Jumat (2/8), Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami enam kali kejadian erupsi dengan ketinggian bervariasi.

"Warga direkomendasikan untuk menggunakan masker karena terdampak hujan abu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki," ucapnya mengingatkan.

Badan Geologi telah mengeluarkan hasil evaluasi yang mempertahankan tingkat aktivitas gunung tersebut masih pada Level III atau Siaga.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi P Hadi Wijaya dalam laporan evaluasi yang diterima di Kupang, mengatakan hal itu berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang menunjukkan aktivitas visual dan kegempaan masih tinggi.

Ia menerangkan rekaman kegempaan hembusan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dari data yang ada, gempa hembusan terekam mencapai 141 kali pada periode 23-31 Juli 2024, naik bila dibandingkan dengan periode 8-15 Juli yang mencatat hanya 10 kali gempa hembusan.

Selanjutnya data dari visualdronemenunjukkan pusat aktivitas berada pada dua lubang erupsi yakni kawah utama Gunung Lewotobi Laki-laki dan lubang erupsi yang terletak pada sisi barat laut gunung tersebut.

Kemudian, gempa Low Frekuensi pada periode itu masih fluktuatif yang mengindikasikan material magma dari dalam mengalami perpindahan ke arah permukaan sehingga indikasi suplai magma masih ada.

Dengan hasil evaluasi tersebut, Badan Geologi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer (km) dari pusat erupsi.

"Juga sektoral empat km pada arah Utara-Timur Laut dan lima km pada sektor Timur Laut," kata Hadi dalam laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.