Badai Siklon Alfred Hantam Australia Timur
📅 Kamis, 06 Mar 2025, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
SYDNEY - Tepi luar siklon tropis mulai menerjang Australia timur pada hari Kamis (6/3), membawa hujan lebat dan gelombang laut yang memecahkan rekor ke wilayah berpenduduk padat yang jarang dilanda topan.
Siklon Tropis Alfred berada 285 kilometer (180 mil) di sebelah timur kota Brisbane setelah tiba-tiba melambat di atas Laut Koral semalam, kata prakiraan pemerintah.
Sekitar empat juta orang berada di garis sepanjang 400 kilometer (250 mil) di garis pantai yang diperkirakan akan mengalami badai terburuk.
"Kami telah melihat badai berkembang di pinggiran pantai," kata peramal cuaca Biro Meteorologi Sarah Scully kepada AFP.
"Terjadi gelombang yang sangat besar dan gelombang pasang yang kuat. Itu disebabkan oleh Alfred yang bertahan di Laut Koral dan menciptakan banyak sekali energi gelombang."
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelombang setinggi 12,4 meter (40 kaki) terekam di Gold Coast sebelah selatan Brisbane, kata Scully, gelombang terbesar yang pernah terekam oleh stasiun pemantauan tersebut.
Siklon Tropis Alfred awalnya diramalkan akan menghantam daratan pada Kamis malam, tetapi kini diperkirakan akan tiba pada Jumat sore atau bahkan Sabtu dini hari.
Hal ini memberi waktu bagi warga desa pesisir untuk menumpuk karung pasir dan menimbun makanan. Scully memperingatkan hal ini juga membuat mereka terpapar cuaca buruk di tepi luar badai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini berarti wilayah pesisir akan terpapar dalam jangka waktu lebih lama."
Scully mengatakan beberapa kota telah menerima curah hujan "lebih dari" 200 milimeter (8 inci).
Siklon Tropis Alfred akan melintasi pantai di suatu tempat dekat pusat kota metropolitan Brisbane yang ramai, kata biro cuaca.
Ini akan menjadi siklon pertama yang menerjang wilayah tersebut selama lebih dari 50 tahun.
"Banyak orang yang terancam bahaya di sini. Kita berbicara tentang sekitar empat setengah juta warga Australia," kata menteri senior pemerintah Jim Chalmers.
"Jarang sekali siklon berada sejauh ini di selatan dan mengancam wilayah berpenduduk sangat besar."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!