Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Aura Farming', dari Sungai Kuantan ke Danau Xinglong

📅 Senin, 01 Sep 2025, 19:09 WIB | Oleh:
'Aura Farming', dari Sungai Kuantan ke Danau Xinglong Doc: ANTARA/Hadly Vavaldi
Ket. Ilustrasi peserta pacu jalur.

JAKARTA - Suasana di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Riau, pada medio Agustus terasa berbeda. Ribuan pasang mata menyaksikan Festival Pacu Jalur 2025, sebuah tradisi dayung yang telah ratusan tahun menjadi denyut budaya masyarakat Kuantan Singingi.

Namun, sorotan tahun ini berbeda karena ada sosok bocah yang mendunia, Rayyan Arkan Dikha, dengan gerakan khasnya di ujung perahu menari penuh percaya diri. Yang dikenal dunia dengan istilah aura farming.

Fenomena ini menjalar begitu cepat, ditiru selebritas hingga pemain klub sepak bola Eropa. Namun, di balik viralitas itu, ada makna yang lebih dalam jika ditelisik hanya pada sisi olahraga. Yaitu, pacu jalur bukan sekadar pesta rakyat tetapi ladang subur lahirnya talenta dayung nasional.

Pada Festival Pacu Jalur 2025 yang digelar 20-24 Agustus, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo yang menghadiri agenda itu mengatakan bahwa festival ini dapat menjadi wadah pencarian bakat untuk cabang olahraga perahu naga atau dragon boat, sebuah olahraga yang baru saja menorehkan tinta emas Indonesia di panggung internasional.

Bila di Kuantan Singingi ribuan orang bersorak riang, di Chengdu, Tiongkok, suasana tak kalah bergemuruh. Perahu naga untuk pertama kalinya menjadi cabang resmi di World Games 2025, dan Indonesia tampil mengejutkan dunia. Dalam dua hari perlombaan di Danau Xinglong, Merah Putih meraup tiga medali emas dan dua perak. Bahkan empat medali, dua emas dan dua perak, diraih Indonesia hanya dalam kurun dua jam saja.

Emas diraih di nomor Open 8-seater 2000 meter, Open 8-seater 200 meter, dan Mixed 10-seater 500 meter. Sementara perak datang dari nomor Open 8-seater 500 meter dan Mixed 10-seater 2000 meter.

International Canoe Federation (ICF) bahkan menyebut Indonesia telah mencetak sejarah, lantaran sukses meraih emas perdana Dragon Boat di World Games. Torehan itu meneguhkan reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dayung dunia, bersanding dengan negara-negara Asia Timur yang sebelumnya mendominasi.


Jejak tradisi dalam prestasi

Keterkaitan antara pacu jalur dengan dragon boat pada dasarnya sangat erat. Meski berbeda dalam format lomba, keduanya berakar pada budaya kolektif masyarakat sungai.

Pacu jalur dengan perahu kayu panjangnya dan seorang bocah penari di haluan adalah cermin kedekatan warga Riau dengan air dan ritme kebersamaan. Sedangkan perahu naga dalam format modern menjadi wajah internasional dari tradisi serupa.

Menpora Dito tidak berlebihan ketika menyebut pacu jalur sebagai wadah pencarian bakat. Atlet-atlet yang lahir dari tradisi inilah yang kerap mengisi skuad nasional di berbagai ajang.

Bukan kebetulan bila Riau selalu mendominasi cabang dayung di PON. Regenerasi berjalan alami, karena dari kecil anak-anak Kuansing sudah akrab dengan sungai, irama dayung, dan semangat kolektif.

Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun yang viral dengan julukan aura farmer di jagat maya menghadirkan dimensi baru. Gerakannya yang sederhana nan penuh percaya diri lebih dari sebatas hiburan. Ia menjelma menjadi simbol daya tarik budaya. Ketika gaya itu ditiru selebritas dan musisi global seperti BTS, Travis Kelce, hingga pebalap MotoGP Marc Marquez dalam perayaan juaranya di MotoGP Jerman, dunia sesungguhnya sedang menengok pada akar budaya Indonesia.

Fenomena ini memberi eksposur yang tak ternilai. Pariwisata Riau, dan lebih luas lagi Indonesia, mendapat sorotan global. Namun dampak lain yang tak kalah penting adalah legitimasi tradisi sebagai pintu masuk ke olahraga modern. Jika pacu jalur bisa viral karena satu bocah, maka prestasi dragon boat di World Games 2025 dapat menjadi titik balik serius bagi pengembangan olahraga air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.