Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Stunting di Surabaya, 506 Mahasiswa Kedokteran Diterjunkan

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 09:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Stunting di Surabaya, 506 Mahasiswa Kedokteran Diterjunkan Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Pelepasan mahasiswa yang ikut KKN di Gedung ASEEC Kampus B Unair di Surabaya, Kamis (5/10/2023).

SURABAYA - Sebanyak 506 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) diterjunkan ke 153 kelurahan Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam kuliah kerja nyata (KKN) tematik untuk mengatasi permasalahan stunting di daerah itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan di Surabaya, Jumat (6/10), mengatakan mahasiswa di setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan kontribusi penting bagi pembangunan kota.

"Maka dari itu, kami mengajak para mahasiswa untuk turun bersama jajaran pemkot menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat," katanya.

Kuliah kerja nyata kali ini, bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Belajar Komunitas Tematik Kampung Emas Madani 2.0 Tahun 2023.

Program tersebut, bagian dari upaya Pemkot Surabaya bersama perguruan tinggi dalam pencegahan dan penanganan stuntingsecara terpadu melalui upaya konvergensi, intervensi gizi sensitif, dan spesifik.

Dalam program tersebut, mahasiswa FK Unair juga melakukan program pengabdian masyarakat lainnya, seperti edukasi soal pernikahan dini dan pencegahan kematian ibu serta anak.

"Ketika perguruan tinggi itu hadir di tengah pemerintah, memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat dengan semangat mahasiswanya, maka akan selesai permasalahan itu," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada para guru besar Unair yang ikut melepas mahasiswa KKN di Gedung ASEEC Kampus B Unair pada Kamis (5/10).

Menurut dia, tanpa bantuan para guru besar tersebut permasalahan stunting di Kota Surabaya tak akan bisa turun secara drastis seperti saat ini.Pada 2021 prevalensi stunting di Kota Surabaya 28,9 persen (6.722 kasus), kemudian menurun signifikan pada 2022 menjadi 4,8 persen (923 kasus).

Jajaran Pemkot Surabaya bersama forkopimda, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnyaterus bekerja keras mengentaskan stuntingsehingga pada akhir September 2023, angka tengkes di "Kota Pahlawan" --sebutan Surabaya-- turun menjadi 529 kasus.

"Tanpa ada campur tangan dingin dari Pak Rektor dan para guru besar serta perguruan tinggi yang ada di Surabaya, menjadikan 4,8 persen, stunting Kota Surabaya terendah di Indonesia. Ini menunjukkan apa? Bahwa pemerintah kota tidak pernah sendiri," kata dia.

Wali Kota Eri optimistis para mahasiswa dapat mewujudkan Surabaya zero stunting.

Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan para mahasiswa FK Unair yang mengikuti program tersebut dapat memberikan kontribusi dan hasil yang terbaik untuk masyarakat dan negara.

Ia juga mengharapkankegiatanpara mahasiswa FK Unairdapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami berkomitmen, kalau anda nanti memberikan yang terbaik untuk warga Kota Surabaya di tempat anda semua mengikuti penmas (pendidikan masyarakat), dan bisa menuliskan laporannya dengan baik pula, maka limaSKS(Satuan Kredit Semester) kami tambah paling tidak bisa menjadi pengganti skripsi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.