Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Bisa Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Korsel

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Bisa Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Korsel Doc: AFP/JOHN MACDOUGALL
Ket. Pertemuan Jepang-Jerman | Kanselir Jerman, Olaf Scholz (kanan) dan PM Jepang, Fumio Kishida, saat berbicara dalam konferensi pers di Berlin pada Jumat (12/7) lalu. Korut mengecam pertemuan ini dan menyebut pertemuan itu sebagai kolusi militer antara dua negara yang melakukan kejahatan perang.

SEOUL - Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Minggu (14/7) bahwa Kepala Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengatakan bahwa pengenalan kapal selam bertenaga nuklir di Korsel dapat dipertimbangkan di masa depan tergantung pada analisis operasionalnya.

Laksamana Samuel Paparo membuat pernyataan tersebut pada Jumat (12/7) lalu saat sesi wawancara dengan media Korsel dalam rangka latihan militer Rim of the Pacific.

"Jika analisis operasional mengarah pada kepercayaan diri dalam masalah tersebut, maka sekutu dapat bergerak maju di kemudian hari," ucap Paparo, seperti dikutip dari kantor berita KBS, Senin (15/7).

Paparo memaparkan bahwa sebagai sekutu dan mitra, penting bagi Korsel dan AS untuk menemukan cara yang paling efisien dan efektif untuk menggabungkan kemampuan mereka dengan cara yang paling efektif untuk mempertahankan aliansi dan kemitraan bilateral.

Selanjutnya dikatakan bahwa tidak biasa bagi seorang pejabat tinggi militer AS untuk menyebutkan kemungkinan penggunaan kapal selam bertenaga nuklir di Korsel. Untuk itu, Paparo menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang masalah ini dan mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki komentar lain tentang masalah tersebut saat ini.

Pernyataan Paparo itu dikemukakan setelah pemimpin dari AS dan Korsel meneken pedoman pencegahan terpadu di Semenanjung Korea, yang menurut Kementerian Pertahanan Korsel merupakan tindakan tepat untuk menanggapi ancaman nuklir Korea Utara (Korut) yang terang-terangan.

Kementerian tersebut mengungkapkan dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas kritik Korut terhadap pedoman sistem pencegahan nuklir dan operasi nuklir di Semenanjung Korea. Pernyataan tersebut dirilis sehari setelah Kementerian Luar Negeri Korut mengancam akan membuat Korsel dan AS harus membayar harga yang amat mahal atas penandatanganan pedoman tersebut.

Kementerian Pertahanan Korsel menyebutkan Korut mempermasalahkan pedoman tersebut dan mengeluarkan ancaman, padahal sebenarnya Korut yang harus disalahkan atas meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Kecaman Pyongyang

Sementara itu Korut pada Senin mengecam kunjungan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, baru-baru ini ke Jerman dan menyebutnya sebagai kolusi militer antara dua negara yang melakukan kejahatan perang.

Kantor berita KCNA pada Senin melaporkan bahwa Korut mengatakan Jepang dan Jerman sebagai dua negara yang kalah dalam Perang Dunia II, berkolusi untuk terlibat dalam latihan perang yang telah meningkatkan ketegangan regional.

Diketahui bahwa Kishida bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Berlin pada Sabtu (13/7) untuk meningkatkan kerjasama keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Korut lebih lanjut mengklaim bahwa Jepang mempertaruhkan kelangsungan hidupnya dengan memperkuat hubungan militer dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan tampaknya hal itu karena adanya kekhawatiran Jepang akan menyusutnya kekuatan global oleh AS. KBS/Ant/Yonhap/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.