Apresiasi Polri, Presiden Minta Polisi Lindungi Rakyat
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Koran Jakarta/M Fachri
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto saat puncak peringatan HUT Ke-79 Bhayangkara di lapangan Monas Jakarta, Selasa (1/7) mengapresiasi kinerja pimpinan Kepolisian RI beserta seluruh jajarannya yang turut berupaya memperkuat kedaulatan pangan nasional. Dengan ketahanan pangan yang kuat kata Presiden, menjadi faktor utama menjaga keamanan negara.
“Polri juga ikut menjadi penggerak pembangunan Indonesia, serta mendukung langsung upaya kedaulatan pangan nasional,” kata Presiden.
Polri kata Prabowo telah menunjukkan prestasi dan peran luar biasa dalam produksi jagung nasional yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah RI. “Produksi jagung nasional mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah RI, dan peran Polri sangat signifikan di balik pencapaian ini, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya,” puji Presiden.
Kepala Negara juga mengapresiasi inisiatif Kepolisian dalam program strategis, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dan ibu hamil dan menyusui.
“Saya mengapresiasi inisiatif pimpinan Polri yang secara langsung dan masif ikut serta dalam program strategis bangsa, termasuk pemberian makanan bergizi kepada rakyat,” kata Presiden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden dalam amanatnya berpesan kepada seluruh insan Polri agar menjadi polisi yang dicintai rakyat. Polisi katanya harus selalu melindungi rakyat, terutama mereka yang paling lemah, paling tertindas, dan paling miskin.
“Jaga kepercayaan rakyat. Sekali lagi utamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan lain. Selamat Hari Bhayangkara Ke-79. Jadilah insan Bhayangkara yang rastra sewakottama, polisi yang mengabdikan dirinya untuk kejayaan Nusa dan Bangsa,” kata Presiden.
Pendekatan Persuasif
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan itu memastikan pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam mencegah terjadinya aksi terorisme. Pendekatan humanis itu untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.
“Polri mengedepankan soft approach melalui deradikalisasi pembinaan ex-napi teroris serta bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat,” kata Listyo.
Pendekatan secara humanis yang diterapkan Polri jelasnya terbukti berhasil. Salah satu keberhasilan yang paling besar yakni berpalingnya para pengikut Jamaah Al Islamiyah kepada NKRI beberapa waktu lalu.
“Kita berhasil mendorong deklarasi 8.315 ex-anggota Jamaah Islamiyah untuk berikrar setia dan kembali ke pangkuan NKRI,” kata Kapolri.
Meskipun mengedepankan metode pendekatan humanis, aparat tetap akan mengerahkan tindakan tegas berupa pengejaran atau penangkapan jika upaya pertama tidak bekerja. Beragam metode itu kata Jenderal Listyo berhasil menangkal aksi terorisme di Indonesia, sehingga nihil beberapa tahun terakhir.
“Dunia meyakini bahwa Indonesia adalah negara aman karena berhasil mewujudkan zero attack sejak 2023 sampai dengan Juni 2025,” kata Listyo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!