Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Lonjakan Harga, Bapanas RI Sidak Harga Sembako di Lombok Timur

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Lonjakan Harga, Bapanas RI Sidak Harga Sembako di Lombok Timur Doc: ANTARA
Ket. Tim Bapanas RI saat melakukan sidak harga sembako di pasar Tradisional Pancor Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB di Lombok Timur, Sabtu (28/2/2026).

LOMBOK TIMUR – Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga pada bulan Ramadan.

"Hal ini sebagai langkah pengendalian, tim melakukan sejumlah upaya, memberikan teguran kepada pedagang yang menjual kebutuhan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET)," kata Direktur Pengendalian dan Pengawasan Pangan (PKP) Bapanas RI, Rinna Syawal, saat melakukan sidak di Pasar Pancor di Lombok Timur, Sabtu (28/2).

Ia mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SE) Kepala Bapanas 01/2026 tentang Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Tim melakukan pemantauan di sejumlah lapak dan toko termasuk pasar tradisional untuk mengecek harga kebutuhan bahan pokok seperti beras, ayam, daging, bumbu dapur, minyak, gula dan telur.

Adapun hasil pantauan harga kebutuhan pokok seperti beras premium Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp90.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, gula pasir curah Rp17.000 per kilogram.

Kemudian untuk daging sapi Rp130.000 per kilogram, telur ayam ras Rp26.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter.

"Tim menemukan harga cabai rawit merah masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi ini dipicu tingginya permintaan di tengah keterbatasan pasokan akibat penurunan produksi," katanya.

Ia mengatakan faktor cuaca seperti angin kencang dan hujan yang menyebabkan gagal panen turut mempengaruhi ketersediaan komoditas tersebut.

Selain itu, masih ditemukan pengecer yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui minyak goreng tersebut merupakan Minyakita kemasan yang dibeli di luar Bulog," katanya.

Pihaknya merekomendasikan pedagang untuk menjadi mitra Bulog terkait distribusi Minyakita agar dapat dijual sesuai HET.

"Kami harapkan pemerintah daerah melaksanakan pemasangan banner informasi HET komoditas di pasar-pasar sebagai bentuk transparansi harga," katanya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok guna melindungi daya beli masyarakat.

"Kami tetap intens melaksanakan pemantauan harga kebutuhan pokok," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.