Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Angga Dwimas Sasongko: Kebaruan Penting Sebagai Kunci Tumbuhkan Perfilman Nasional

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 16:53 WIB | Oleh:
Angga Dwimas Sasongko: Kebaruan Penting Sebagai Kunci Tumbuhkan Perfilman Nasional Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Suasana diskusi panel mengenai masa depan sinema Indonesia yang diinisiasi Motion Picture Association (MPA) bersama pemangku kepentingan perfilman nasional.

JAKARTA - Kebaruan genre dan tema memegang peranan krusial dalam pertumbuhan industri perfilman Indonesia, demikian diungkapkan seorang sineas terkemuka Angga Dwimas Sasongko dari Visinema Picture.

"Jangan semata mengejar 'box office'. Kebaruan itu yang penting," kata Angga saat ditemui di acara diskusi panel mengenai masa depan sinema Indonesia yang diinisiasi Motion Picture Association (MPA) bersama pemangku kepentingan perfilman nasional di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (11/6).

Turut hadir dalam diskusi itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Syaifullah Agam.

Angga menjelaskan, penonton di mana pun selalu mencari hal baru dari yang diputar sinema. "Karena kan bayangin, kalau misalnya kita makan produk yang sama terus-menerus, kan kita pasti pingin diversifikasi," jelasnya.

Industri perfilman nasional saat ini sebetulnya baru tumbuh, menurut Angga. "Masih ada di 'early stage' dan yang dibutuhkan sekarang untuk memperkuat dan menumbuhkan industri ini adalah visi dari kita semua sebagai filmmaker, apa yang mau kita kasih ke penonton, apa yang pingin kita lihat terjadi di perfilman Indonesia lima sampai 10 tahun mendatang".

Untuk audiens global, cerita lokal Indonesia akan selalu menjadi sesuatu yang baru bagi mereka. Sementara itu, audiens lokal membutuhkan inovasi untuk tetap terhubung dengan jalan cerita.

Karena itu, Angga percaya bahwa cerita bermuatan lokal dan inovasi dengan cerita tersebut adalah kunci yang dibutuhkan untuk membuka pintu peluang perfilman nasional menembus global.

"Jadi, inovatif sama percaya sama 'local story' kita. Kalau digabungin, kita jadi (punya film-film nasional berskala global)," tambahnya.

Angga menyampaikan Visinema hingga kini memiliki pencapaian distribusi internasional film "Jumbo" ke 30 negara, dan jumlah tersebut masih diusahakan terus bertambah, berpartner dengan agen penjualan internasional di Prancis, Magic Fair.

Menatap masa depan, Angga mengungkapkan proyek-proyek ambisius Visinema lainnya, termasuk film laga terbaru garapan Angga sebagai sutradara berjudul "Ratu Malaka" yang kemungkinan akan menggandeng partner dari Korea Selatan dan Amerika. Ia juga menyebut film "Panggil Aku Ayah," adaptasi lokal dari film Korea "Pawn".

Mengenai "Ratu Malaka", tantangan terbesar dalam genre film aksi itu adalah bagaimana membuat cerita fantasi yang seringkali "lebay" dapat diterima oleh penonton Indonesia yang cenderung menyukai cerita yang lebih relevan atau dekat dengan realitas mereka.

Untuk itu, Angga bermaksud membangun dunia cerita yang berbeda, sehingga meskipun penonton sudah familier dengan debu, pencahayaan, dan latar lokasi yang serupa, tetap dapat menerima bahwa dunia dalam film "Ratu Malaka" berada di luar dunia nyata.

Dengan demikian, inovasi untuk film "Ratu Malaka" yang berlatar pesisir atau pelabuhan dengan sentuhan mistis itu dapat direalisasikan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.