Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anda Terjebak Dalam Situasi Aksi Unjuk Rasa Saat Berkendara? Coba Cara Ini Agar Aman

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Anda Terjebak Dalam Situasi Aksi Unjuk Rasa Saat Berkendara? Coba Cara Ini Agar Aman  Doc: ANTARA/Suwanti
Ket. Situasi macet di ruas Jalan Iskandarsyah depan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan saat aksi unjuk rasa.

JAKARTA - Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menganjurkan kepada para pengendara baik roda empat dan juga roda dua yang terjebak dalam kondisi demonstrasi tidak berkendara secara agresif agar tidak memancing amukan massa.

“Jangan melakukan gerakan-gerakan yang agresif. Misalnya, mengagetkan dan usahakan untuk berkendara secara santai saja. Kerana gerakan (berkendara) secara agresif, itu dapat memancing pendemo untuk mencurigai,” kata Sony Susmana saat dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa (2/9).

Cara yang kedua agar aman dan terhindar dari amukan massa, dia mengimbau untuk senantiasa mematuhi alur yang sudah diatur oleh pihak berwajib maupun para pendemo itu sendiri.

“Kemudian yang kedua, biasanya pendemo yang benar, bukan yang anarkis, mereka mengarahkan entah lewat kiri atau kanan. Jadi kita ikuti aturan-aturan yang mereka arahkan untuk keamanan bersama,” jelas dia.

Meski demikian, ketika semua kiat sudah diikuti dan kondisi terlampau tidak tidak kondusif. Para pengendara sebaiknya menepi untuk mencari tempat yang aman untuk memarkirkan kendaraan mereka.

Tempat yang ia maksud adalah gedung atau perkantoran yang memang aman dari amukan massa. Hal ini, guna menghindari terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

Dalam kondisi seperti saat ini, yang memang sedang tidak aman terlebih adanya anjuran untuk tidak keluar rumah. Sebaiknya, menahan diri untuk tidak keluar rumah menggunakan kendaraan pribadi.

“Jadi saya lebih kepada, kalau memang tidak penting-penting amat, sebaiknya jangan keluar. Kan juga ada imbauan dari pemerintah untuk WFH. Ya kita sih, merasa yakin kalau pemerintah sudah memberikan jaminan keamanan. Tapi namanya demo kan, kadang-kadang hitungannya detik, tiba-tiba tidak kondusif,” ujar dia.

Beberapa waktu yang lalu, telah terjadi aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan terjadi di sekitar kompleks parlemen, Senayan, Semanggi, Kwitang, Senen, hingga Tanjung Priok.

Selain itu, sejumlah rumah Anggota DPR pun dijarah, di antaranya rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, hingga Uya Kuya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8).

Ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel bawah kendali operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP dan Dishub, dan 632 personel dari jajaran Polres. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.