Anak-anak Rentan Terjangkit HMPV
📅 Rabu, 15 Jan 2025, 03:06 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Antara
JAKARTA - Dosen Fakultas Kedokter Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fiona Paramitha, mengatakan anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, rentan terjangkit Human Metapneumovirus (HMPV). Menurutnya, meski gejalanya mirip flu biasa, tetapi pada anak-anak tertentu, infeksi bisa berujung pada penyakit berat seperti bronkiolitis atau pneumonia.
“Anak-anak, terutama yang memiliki kondisi seperti malnutrisi atau penyakit kronis, menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampaknya,” ujar Fiona, dalam keterangan resminya, Selasa (14/1).
Dia menjelaskan, virus ini juga sering ditemukan bersamaan dengan respiratory syncytial virus (RSV) dan sama-sama menjadi penyebab atas banyaknya kasus infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak di Indonesia. Menurutnya, penularan paling umum terjadi melalui droplet, yaitu percikan cairan dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi.
“Pada kasus ringan, gejala HMPV hanya berupa pilek, batuk, atau demam ringan. Namun, pada kasus berat, anak bisa mengalami sesak napas, mengi, bahkan gagal napas,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fiona mengungkapkan, virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi, seperti mainan, gagang pintu, atau meja, yang kemudian tersentuh oleh mulut, hidung, atau mata anak. Menurutnya, lingkungan ramai, seperti daycare, sekolah, atau rumah sakit, menjadi lokasi penyebaran yang sering terjadi.
Dia menekankan, pencegahan adalah kunci untuk melindungi anak-anak sebab belum ada vaksin atau obat spesifik untuk HMPV. Menurutnya, penting menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. ruf/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!